"Hawa udara di Surabaya memang panas dikarenakan posisi matahari yang berada di selatan equator, Surabaya ada di selatan equator," ujar Rendy, Prakirawan BMKG Juanda saat dihubungi detikcom, Senin (3/11/2014).
Rendy mengatakan, memang mathari tidak selamanya akan berada di selatan equator. Matahari perlahan-lahan akan bergeser karena sifatnya yang setiap enam bulan sekali pindah dari utara ke selatan.
"Pada minggu ke tiga November nanti, udara akan kembali normal dan musim hujan akan datang karena musim hujan di Surabaya dimulai pada November dasarian ke dua," lanjut Rendy.
Selain di Surabaya, hawa udara panas juga dirasakan di beberapa kota di Jawa Timur seperti Gresik, Sidoarjo, Madiun, dan daerah lain di Jawa Timur.
"Suhu udara maksimal bisa mencapai 37 derajat celcius," tandas Rendy.
(iwd/fat)










































