Anggota DPRD Pemprov Jatim Sidak Pelabuhan Boom Banyuwangi

Anggota DPRD Pemprov Jatim Sidak Pelabuhan Boom Banyuwangi

- detikNews
Jumat, 31 Okt 2014 18:00 WIB
Anggota DPRD Pemprov Jatim Sidak Pelabuhan Boom Banyuwangi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Komisi D DPRD Propinsi Jawa Timur sidak ke Pelabuhan Boom Banyuwangi, Jumat (31/10/2014). Sidak ini sengaja dilakukan untuk mengecek hasil pembangunan pelabuhan rakyat ini yang sudah berlangsung sejak tahun 2005 lalu.

Bahkan ada kesan, Pelabuhan Boom sengaja dibangun untuk proyek abadi. Total anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui APBN dan APBD Propinsi lebih dari Rp 100 Miliar. Pelabuhan Boom yang berada di Selat Bali itu rencananya akan dijadikan pelabuhan rakyat. Ini akan melayani para nelayan dari berbagai daerah di sekitar Jawa dan Bali.

‎Salah satu anggota Komisi D DPRD Provinsi Jatim, Surawi mengaku jika kondisi Pelabuhan Boom ini masih belum maksimal. Bahkan terkesan mangkrak. Sebab kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan ini hanyalah kapal-kapal kecil milik nelayan setempat. Hanya beberapa dari kepulauan di sekitar Madura.

"Ini terkesan makrak. Tolong ini segera dibereskan. Jangan sampai terbengkalai gini," kata Surawi kepada detikcom di lokasi, Jumat (31/10/2014).

Sementara di tahun 2015, Dishub Propinsi Jatim mengajukan dana tambahan Rp 50 Miliar sebagai tahap pertama. Dan Rp 40 Miliar di tahun 2016 untuk menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Boom.

Kepala Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi membenarkan jika pihaknya kembali mengajukan dana tambahan.

"Dana yang kita minta untuk tahun ini, Rp 50 M. Ini untuk pembangunan penahan sedimen. Sisanya penyelesaian kita proyeksikan tahun 2016 kita tambah lagi Rp 40 M," ujarnya kepada detikcom.

Rencana awalnya, pelabuhan rakyat itu akan dioperasikan pada tahun 2009 lalu. Namun target tersebut meleset karena pendangkalan di dasar laut belum bisa diatasi. Sedimentasi terus terjadi, padahal material sudah dikeruk.

(fat/fat)
Berita Terkait