Gus Ipul jadi 'Guru' di Sekolah Legislatif Partai NasDem Jatim

Gus Ipul jadi 'Guru' di Sekolah Legislatif Partai NasDem Jatim

- detikNews
Jumat, 31 Okt 2014 17:10 WIB
Gus Ipul jadi Guru di Sekolah Legislatif Partai NasDem Jatim
Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf memberikan pencerahan kepada 104 kader Partai Nasdem di Jawa Timur yang terpilih menjadi wakil rakyat.

Gus Ipul, demikian sapaan Saifullah Yusuf, memaparkan program pembangunan dan peningkatkan kesejahteraan di Jawa Timur yang dilakukan Gubernur Soekarwo bersama dirinya.

Di sektor pertanian, Gus Ipul meminta kepada legislator NasDem untuk membantu petani dan mendukung kebijakan pemerintah melarang impor komoditi yang sudah melimpah di Jatim.

"Bantulah pemerintah mensejahterakan rakyatnya, bantu petani juga," katanya.

Seperti biasanya, Gus Ipul pun tak lupa melontarkan joke-joke segarnya saat memberikan materi pada acara "Sekolah Legislatif" yang digelar Partai NasDem di Hotel Inna Simpang, Surabaya, Jumat (31/10/2014).

Tak ketinggalan pujian kepada partai yang dipimpin Surya Paloh itu pun mengalir dari mantan Sekjen DPP PKB ini. "NasDem hebat. Partai baru tapi bisa mendapat 7 persen, punya menteri lagi," kata Gus Ipul.

Pembekalan bagi wakil rakyat dari NasDem yang duduk di DPRD Kota/Kabupaten, Provinsi Jatim dan DPR RI ini dibuka oleh Sekjen DPP Partai NasDem Patrice Rio Capella.

Patrice Rio Capella berpesan kepada legislator dan pengurus NasDem di segala tingkatan untuk kerja keras dan memperjuangan aspirasi rakyat sesuai garis partai.

Ketua Partai NasDem Jatim Effendi Choirie atau Gus Choi diperintahkan untuk mengawal partainya pada pemilu 2019 kembali berjaya dan tetap mendapat kepercayaan rakyat.

"Gus Choi harus fokus, terus konsolidasi agar perolehan suara Partai NasDem di Jawa Timur pada 2019 naik dua kali lipat," perintah Patrice Rio Capella. Kontan, Gus Choi yang mendengar langsung merespon. "Siap", jawabnya.

'Sekolah Legislatif' ini digelar untuk memberikan pengetahuan kepada kader NasDem yang menjadi wakil rakyat agar memiliki kompetensi dalam memperjuankan kepentingan publik serta mengkritisi kebijakan pemerintah apabila tidak berpihak kepada masyarakat. Sejumlah pembicara akan dihadirkan, termasuk dari kejaksaan.

(gik/gik)
Berita Terkait