Kabid Sejarah Museum Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim, Endang Prasanti mengatakan, pada lahan seluas 5,7 hektar yang berlokasi di sisi barat Museum Majapahit akan dibangun kompleks museum tertutup. Gedung museum bakal dibangun seluas 2 hektar, sedangkan sisanya untuk sarana pendukung, seperti gedung perpustakaan dan sarana bermain anak.
Menurutnya, dalam detail engineering desaign (DED) atau desain museum tertutup, bangunan museum dibuat berlantai 3. Setiap lantai terbagi dalam 4 blok, dimana setiap blok untuk memamerkan peninggalan bersejarah kerajaan yang pernah berkuasa di Jawa Timur. Seperti masa Kerajaan Kahuripan, Kediri, Singosari, sentra Majapahit dan kerajaan lainnya.
"Jadi tadi kita membahas bentuk globalnya, atau DEDnya, ada dua bangunan yang nantinya akan memamerkan seuruh kerajaan yang ada di jawa timur. Mulai dari Empu Sendok sampai Majapahit, namun titik fokusnya pada Majapahit," ucap Endang di Kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan usai melihat DED museum tertutup, Kamis (30/10/2014).
Endang menuturkan, pembangunan museum tertutup ini melibatkan pemerintah pusat, Pemprov Jatim, Pemkab Mojokerto, dan Pemkab Jombang. Dia menegaskan museum tertutup ini akan dikelola badan independen yang dibentuk dan bertanggungjawab langsung kepada presiden.
"Museum ini akan menjadi aset pusat yang akan dikelola oleh badan tertentu secara independen, seperti di Borobudur. Badan tadi berdiri sendiri, bukan milik kabupaten maupun provinsi, sesuai yang diatur UU nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya yang membentuk badan tersebut adalah presiden, sehingga pertanggungjawabannya langsung kepada presiden," ungkapnya.
Endang menambahkan, pembangunan museum tertutup bakal direalisasikan tahun 2015 mendatang. Museum ini diklaim bakal mampu menampung 500-1.000 pengunjung setiap harinya.
"Kalau ngomong anggaran kita belum sampai kesitu ya, sekitar Rp 7 miliar lah, karena yang kita diskusikan tadi terkait DED dari bentuk bangunan museum tertutup itu, setelah itu disepakati, baru kita tentukan soal anggarannya," imbuhnya.
Sementara Kepala BPCB Trowulan, Aris Soviyani menjelaskan, pembangunan museum terbuka memilih lokasi di sebelah barat Museum Majapahit karena lokasi tersebut dinilai steril dari benda cagar budaya yang kemungkinan belum tergali. Namun dia menegaskan, sebelum pembangunan berjalan, akan dilakukan penelitian arkeologi di lahan seluas 5,7 hektar tersebut.
"Sebelum ada pembangunan fisik, kita akan melakukan penelitian di lahan 5,7 hektar sebelah barat museum," tandasnya.
(fat/fat)











































