Kawanan pelaku menggunakan cadar ala ninja menerobos masuk, setelah memecahkan kaca jendela rumah korban. Selain menggasak uang tunai Rp 73 juta, pelaku berjumlah 8 orang juga menggasak perhiasan emas sekitar 30 gram dan 3 buah HP.
"Kejadiannya dini hari tadi. Tidak ada korban, karena pemilik rumah lari lewat pintu belakang. Bondetnya dilepas satu kali, waktu warga berusaha mengejar," kata Kapolsek Arjasa, AKP Didik Rudianto, Kamis (30/10/2014).
Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, sekawanan rampok melancarkan aksinya sekitar pukul 24.30 Wib dini hari tadi. Begitu tiba di rumah Pak Mega, pelaku langsung menggedor-gedor pintu sambil berteriak minta dibuka. Mendengar itu, korban sempat mengintip dari balik jendela. Dia melihat sejumlah pria menenteng celurit dan pedang berdiri depan rumahnya. Sebagian mengenakan penutup wajah.
Karena tak kunjung dibukakan pintu, sebagian pelaku langsung memecahkan kaca jendela dan menerobos masuk rumah. Mereka mengancam korban dan keluarganya dengan celurit dan bondet. Tahu begitu, Pak Mega dan keluarganya pun bergegas lari lewat pintu belakang. ituasi ini membuat pelaku leluasa menguras harta korban. Selain uang Rp 73 juta yang ada dalam laci kamar di kamar korban, pelaku juga menggasak perhiasan emas 30 gram dan 3 buah HP.
Usai melancarkan aksinya, kawanan perampok kabur meninggalkan rumah korban. Namun, pak Mega berhasil mengontak warga hingga sempat dilakukan pengejaran. Perburuan warga akhirnya terhenti, setelah salah satu pelaku melemparkan bondet atau bom ikan ke arah warga. Beruntung, lemparan bondet pelaku tidak mengenai warga.
"Sekarang kasus perampokan itu masih dalam penyelidikan. Anggota di lapangan juga sedang berusaha melakukan pengejaran. Mudah-mudahan segera terungkap," tandas AKP Didik Rudianto.
(fat/fat)











































