"Kami menuntut agar MPU yang jadi masalah dilarang beroperasi dulu. Karena sudah lama dia pindah trayek ke jurusan Bondowoso," kata Mawardi, seorang sopir MPU.
Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, para sopir memprotes beroperasinya MPU bernopol P 7050 UE di trayek Situbondo-Banyuwangi. MPU ini dinilai seenaknya pindah trayek, karena sebelumnya beroperasi di trayek Situbondo-Bondowoso. Para sopir menuntut agar MPU ini dilarang beroperasi.
Akibat aksi mogok para sopir ini, banyak penumpang jurusan Banyuwangi yang keleleran. Tak terkecuali para siswa yang hendak berangkat sekolah.
"Saya sudah dari tadi gak dapat tumpangan, mas. Ini sudah jam 08.00, jelas telat masuk sekolah," ujar siswa SMAN 1 Kapongan.
Aksi mogok para sopir ini menyita perhatian dari pejabat forum lalu lintas dan angkutan jalan Situbondo. Kasatlantas AKP Budi Handoko dan Kepala Dinas Perhubungan Situbondo Lutfi Joko Prihatin, ikut turun menemui para sopir. Aksi mogok para baru berakhir, setelah Lutfi memastikan MPU yang disoal untuk tidak dioperasikan dulu. Setidaknya sampai menunggu peremajaan trayek.
"Kami juga minta sopir segera menghentikan aksi mogoknya, kasihan calon penumpang. Lagi pula mereka khan niat cari nafkah. Kalau mogok begini khan pulang gak bawa uang untuk keluarganya," tandas Kasatlantas AKP Budi Handoko.
(fat/fat)










































