"Kejadiannya pagi hari. Jadwal keberangkatan kapal pukul 06.36 WIB, pukul 06.12 WIB kapal ferry Selat Madura II sudah sandar di dermaga I," kata Supervisor Pelabuhan Kamal Chairil Amrullah kepada detikcom di kantor ASDP Kamal, Senin (27/10/2014).
Chairil mengatakan, saat itu kapal sedang bersandar dan muatan kendaraan di dalamnya hendak keluar. Satu demi satu kendaraan sudah keluar. Satu truk terakhir juga ikut keluar. Namun truk tersebut terpaksa berhenti di tengah ponton karena secara tiba-tiba ada banyak motor berebutan hendak masuk kapal.
"Truk muat pasir itu berhenti tak berani melaju karena takut menabrak motor," lanjut Chairil.
Chairil menduga jika muatan truk yang berat tiba-tiba membuat ponton semakin miring. Truk pun tak kuat menanjak karena kemiringan ponton sudah 45 derajat. "Ponton itu posisi awalnya juga miring, semakin miring saat truk itu ada di atasnya," ujar Chairil.
Teriakan petugas melalui pengeras suara dari atas kapal membuat para pemotor yang hendak masuk kapal jadi berbalik arah. Namun ada tiga pemotor yang terlambat berbalik arah. Melihat ponton bertambah miring, mereka langsung turun dan meninggalkan motornya begitu saja.
Tiga motor itu pun terguling hendak masuk laut. Untunglah ram door kapal ferry menahan motor-motor tersebut meski sebagian badan motor sudah masuk laut. Petugas yang berjaga segera melakukan tindakan. Petugas menyuruh pasir di bak truk segera dibuang agar ponton tak bertambah miring.
"Setelah sebagian besar pasir dibuang, truk ditarik ke darat dan tiga motor juga ditarik ke darat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," jelas Chairil.
Insiden tersebut membuat kapal ferry Selat Madura II harus beralih menggunakan dermaga II. Dan untuk sementara, dari tiga dermaga di Dermaga Ujung, hanya dermaga II yang bisa digunakan.
"Ponton yang amblas tadi sedang kami perbaiki, sementara yang bisa digunakan hanya dermaga II," tandas Chairil.
(iwd/fat)











































