Akibat aksi ini, Ujian Tengah Semester (UTS) yang seharusnya mulai hari ini ditiadakan. Selain mahasiswa, para dosen dan karyawan tidak diperbolekan masuk ke dalam kampus, Senin (28/10/2014).
Akibat aksi ini, beberapa mahasiswa yang hendak masuk dan melaksanakan UTS balik kucing. Karena pintu gerbang masuk ditutup dan disegel.
"Ini puncak kemarahan mahasiswa terhadap aksi semena-mena Ratna Amina yang sangat tidak memperhatikan kesejahteraan mahasiswa," kata koordinator aksi, Syaifudin pada wartawan di sela sela aksi.
Para mahasiswa juga menilai Ratna terlalu banyak mencampuri urusan yang bukan tugasnya. Misalnya masalah keuangan yang seharusnya kewenangan PK II diambil alih. "Anggaran orientasi mahasiswa baru 'disunat' habis- habisan sama Ratna. Dari anggaran puluhan juta, panitia hanya diberi Rp 3 juta," lanjut dia.
Selain memblokir pintu masuk, para mahasiswa juga menyegel seluruh ruang akademik sebagai bentuk aksi protes. Para mahasiswa ini juga mengancam akan terus melanjutkan aksi boikot kuliah hingga tuntutan mereka direstui pihak yayasan.
"Kita akan terus mogok sampai tuntutan kami dipenuhi, yakni mencopot dan menonaktifkan permanen Ratna dari akademik dan yayasan," pungkas Syaifudin.
(ze/bdh)











































