27 Catwalk Apung Meriahkan Carnival On The River di Pasuruan

27 Catwalk Apung Meriahkan Carnival On The River di Pasuruan

- detikNews
Minggu, 26 Okt 2014 14:15 WIB
27 Catwalk Apung Meriahkan Carnival On The River di Pasuruan
Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Carnival on The River digelar siswa SMAN 1 Kejayan, Pasuruan, di Sungai Complong. Selain kampanye cinta lingkungan, gelaran fashion mengapung di atas sungai ini bertujuan menanamkan kecintaan pada bunga asli Indonesia.

Karnaval fashion diikuti 27 grup dimana masing-masing grup beranggotakan 18 siswa. Dua siswi berperan bak model yang menampilkan aneka jenis pakaian bermotif bunga di atas rakit, sementara yang lain mengendalikan rakit dan menggerakkannya.

Rakit-rakit dari bambu yang ditopang jirigen maupun ban dalam mobil tersebut disulap bak catwalk mengapung yang membawa gadis-gadis berpakaian motif bunga dari bahan daur ulang. Para model cantik tersebut tak hentinya tersenyum dan melambaikan tangan ke para penonton. Gesture yang mereka tampilkan bak seorang putri. Indah sekali!

Setiap grup yang melaju dari garis start mendapat tepukan dan terikan pemberi semangat dari ratusan penonton yang berjubel di bibir sungai. Sejak pagi, gelaran fesyen apung ini menyedot perhatian ratusan siswa dan warga sekitar sungai.

"Mengambil tema Puspa Pesona Nusantara. Dengan harapan siswa lebih cinta pada bunga-bunga asli Indonesia. Para peserta juga menampilkan busana dengan motif bunga asli Indonesia seperti teratai, anggrek hitam dan lainnya," kata Kepala Sekolah SMAN 1 Kejayan, Khusaeri di lokasi, Minggu (26/10/2014).

Pagelaran fashion apung ini melintasi sepanjang 900 meter aliran Sungai Complong. Dari puluhan peserta akan dipilih tiga terbaik berdasarkan kreatifitas, keartistikan dan performanya.

"Mereka memanfaat bahan daur ulang yang diambil di tempat-tempat sampah kering, seperti koran dan karton. Rakit mereka juga warisan dari angkatan terdahulu. Pokoknya setiap grup kami batasi budgetnya maksimal Rp 750 ribu," kata Ketua Panitia, Edy Santoso, yang juga guru kesenian.

Menurut Edy, SMAN 1 Kejayan sudah lima kali menggelar karnaval apung di sungai dengan tema yang berbeda setiap tahun. Edy yang juga penggagas karnaval apung tersebut menyatakan selain untuk membangun kreatifitas siswa dan memupuk kesadaran melestarikan lingkungan, diharapkan even tahunan tersebut mampu dikembangkan dan dikemas menjadi tujuan wisata.

"Namun apa boleh buat selama ini tidak ada dukungan dari pemerintah. Selama lima kali digelar tidak ada perhatian dari Diknas, BLH mampu Dinas Pariwisata (Kabupaten Pasuruan)," pungkas Edy.

Pawai fesyen apung ini dimulai sejak pukul 09.00 pagi dan rampung pada pukul 12.00 WIB. Meski terik menyengat, para peserta dan penonton tetap antusias.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini