"Alumni resimen mahasiswa maupun Menwa adalah bagian dari masyarakat. Jika melakukan sesuatu yang baik pasti kita dukung, terutama dalam menjaga keutuhan NKRI. NKRI harus final, Pancasila juga final, Bhineka Tunggal Ika juga harus final," ujar Nico Uskono, Ketua Bidang Luar Negeri pengurus Dewan Pimpinan Nasional IARMI usai menjadi inspektur upacara Apel kesiapan dalam rangka HUT ke 34 IARMI di Pusat Pendidikan Marinir (Pusdikmar) Gunungsari, Surabaya, Sabtu (25/10/2014).
Nico menambahkan, alumni Menwa maupun Menwa aktif juga akan terus mengawal Undang-Undang Dasar 1945. "Dalam kaitannya bela negara, alumni dan menwa aktif siap sebagai fasilitator, dinamisator dalam rangka menjaga sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," terangnya.
Katanya, eksistensi Menwa dalam menjaga keutuhan NKRI mendapatkan support dari Panglima TNI. "kami optimis bahwa akan ada Undang-Undang yang didalamnya memberikan peran terhadap Menwa dan alumni Menwa," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III pengurus Dewan Pimpinan Provinsi Jawa Timur Rommel Limbong Sihole menambahkan harapannya terhadap pemerintahan Jokowi-JK.
"Ke depan Menwa harus mendapat payung hukum yang lebih tegas dalam eksistensinya di dalam kampus maupun bela negara. Karena pasca dicabutnya surat keputusan bersama (SKB) 3 menteri, sepertinya sampai saat ini belum ada suatu regulasi atau aturan yang memayungi eksistensi Menwa," katanya.
Limbong mengatakan, dirasakan atau tidak, manfaat Menwa sudah mengambil peran aktif dalam rangka membela kepentingan bangsa dan NKRI. "Maka untuk pemerintah ke depan, harus diperhatikan karena suatu potensi menjadi cadangan nasional (cadnas)," tandasnya.
(roi/bdh)











































