Polisi masih menyelidiki penyebab korban tenggelam di kolam berkedalaman sekitar 2 meter itu. Selain memintai keterangan pacar korban, polisi juga membawa jasad Tarmidi ke RSD Besuki.
"Kalau hasil visum tidak ada tanda-tenda kekerasan. Bisa jadi korban mengalami kram saat mandi, karena tidak kuat dingin. Kejadiannya khan tadi malam. Makanya masih kami selidiki," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi, Jumat (24/10/2014).
Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, Ahmad Tarmidi keluar dari rumah bersama kekasihnya. Keduanya langsung menuju kolam renang di Desa Langkap Kecamatan Besuki. Di tempat ini mereka berpacaran, sebelum Tarmidi memutuskan untuk mandi di kolam renang.
"Pacarnya tidak ikut mandi, hanya duduk-duduk di tepi kolam sambil SMS-an dengan keluarganya," papar AKP Wahyudi.
Disebut-sebut, korban sempat dua kali melompat ke dalam renang, lalu naik untuk melompat lagi. Nah, saat lompatan ketiga itulah, tubuh korban tidak muncul lagi ke permukaan kolam. Saat bersamaan, lampu sedang padam. Pacar korban pun menduga jika kekasihnya sedang bercanda.
Namun, hingga lampu menyala, tubuh Tarmidi tetap tidak muncul ke permukaan. Karena curiga, pacar korban pun bergegas memberi tahu penjaga kolam. Benar saja, saat dicek korban ternyata benar-benar tenggelam. Ketika dievakuasi dari dasar kolam, Tarmidi sudah tidak bernyawa.
(fat/fat)










































