"Ahlul Halli Wal Aqdi itu rekomendasi (rapat) pleno PBNU di Wonosobo tahun lalu. Nanti akan dibahas dan dimatangkan lagi di munas tahun 2014," ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Kamis (23/10/2014).
Ahlul halli wal aqdi adalah tata cara pemilihan Rais Aam PBNU yang tidak secara langsung oleh muktamirin (peserta muktamar), melainkan dipilih oleh ulama yang paling alim, wirai dan dihormati.
"Jadi bagaimana Rais Aam dipilih dalam situasi yang hening, tidak hiruk pikuk. Intinya tidak dipilih muktamirin, karena tidak ada ceritanya kiai itu mencalonkan diri kepengen menjadi Rais Aam," terangnya sambil menambahkan, rencana tersebut akan dimatangkan dan jika siap akan digunakan pada Muktamar NU 2015.
Selain tentang pemilihan Rais Aam, Munas dan Konbes NU juga membahas beberapa materi yang dipisahkan dalam 3 komisi sebagai forum pembahas. Pertama, Komisi Bahtsul Masail Al Diniyah akan membahas persoalan hukum aborsi dalam kehamilan akibat pemerkosaan. Khilafah dalam pandangan NU. Kode etik dakwah. Dan negara dalam prespektif Ahlussunah wal jamaah.
Kedua, komisi yang mebahas tata kelola Nahdlatul Ulama. Sedangkan ketiga, komisi rekomendasi yang membahas isu-isu ke-NU-an, keumatan dan kebangsaan. "Di komisi rekomendasi akan banyak yang dibahas seperti, soal ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, isu internasional, ISIS, radikalisme dan lain-lain," tuturnya.
"NU juga akan menagih komitmen pemerintah dalam penindakan terhadap kelompok radikal," tandasnya.
(bdh/bdh)











































