43% Angkutan Barang di Jatim Tak Dilengkapi Buku Uji Kir

43% Angkutan Barang di Jatim Tak Dilengkapi Buku Uji Kir

- detikNews
Rabu, 22 Okt 2014 13:53 WIB
Surabaya - Sekitar 43% angkutan barang yang beroperasi di Jawa Timur tidak dilengkapi buku uji kir. Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim pun meminta instansi terkait agar saat kendaraan merperpanjang STNK dilengkapi dengan buku kir.

"Kami mengusulkan saat perpanjangan STNK dan tiap tahun bayar pajak, harus dilengkapi buku uji kir yang berlaku. Karena dari inventarisasi kami, sekitar 43 persen kendaraan buku uji kir-nya mati," kata Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim, Wachid Wahyudi, Rabu (23/10/2014).

Ia mencontohkan kasus angkutan barang yang tidak dilengkapi buku uji kir yang berlaku. Seperti truk pengangkut semen yang terlibat kecelakaan di Jalan Veteran, Gresik maupun truk pengangkut batu kapur yang terlibat kecelakaan di pintu tol Jembatan Suramadu sisi Madura.

"Kecelakaan di Jalan Veteran Gresik, setelah kita teliti di lapangan, truk itu tidak melakukan uji kir selama 6 tahun. Jadi mulai 2008 itu buku uji kir-nya mati," tuturnya.

"Yang truk di Jembatan Suramadu malah lebih parah lagi. Dia tidak melakukan uji kir selama 6 tahun. Bahkan buku uji kir-nya setelah kami periksa, itu asli tapi palsu," jelasnya.

Wachid menambahkan, buku kir tersebut asli tapi dalamnya palsu. Pasalnya, truk yang nopol kendaraannya L (Surabaya) tapi buku uji kir-nya yang menandatangani dari UPT Pengujian Pulo Gadung, Jakarta.

"Plat nomor L harusnya yang tanda tangan buku uji kir aparat Dishub Kota Surabaya, karena buku uji kir kewenangannya kabupaten/kota. Tapi dalam buku uji kir ini yang tanda tangan adalah UPT Pengujian Pulo Gadung Jakarta," paparnya.

Contoh dua truk tersebut yang luput dari pengawasan buku uji kir selama 6 tahun karena, jarak tempuhnya pendek. Seperti truk yang terlibat kecelakaan di Gresik pengangkut semen, jaraknya dari Gresik menuju ke Kalimas Surabaya.

"Kenapa selama 6 tahun nggak ketangkap. Karena jaraknya pendek. Dia tidak melewati jembatan timbang," ujarnya sambil menambahkan, ketika di Jembatan Timbang dilengkapi dengan berbagai alat dan CCTV, banyak truk yang mengambil jalur terobosan (alternatif) agar lolos dari 'pantauan' Jembatan Timbang. Dan jalan tersebut menjadi padat.

"Makanya kami mengusulkan agar perpanjangan STNK dan bayar pajak setiap tahunnya agar dilengkapi dengan buku uji kir," tandasnya.

(roi/bdh)
Berita Terkait