Cemburu, Seorang Suami di Mojokerto Tega Pukuli Istri Hingga Tewas

Cemburu, Seorang Suami di Mojokerto Tega Pukuli Istri Hingga Tewas

- detikNews
Selasa, 21 Okt 2014 11:40 WIB
Mojokerto - Nasib nahas dialami Inggah Dwi Permana (19). Ibu muda satu anak itu tewas di tangan suaminya Fredi Ariyanto (25), yang terbakar api cemburu.

Korban dianiaya dengan cara dipukuli di rumahnya, Dusun Janti, Desa Punggul, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto, Selasa (21/10/2014) dini hari, setelah pelaku melihat isi SMS di HP korban. Pelaku menduga korban menjalin asmara dengan laki-laki lain

Kasubbag Humas Polres Mojokerto, Ipda Akhdiyat Priyopuspito mengatakan, aksi pembunuhan itu diketahui sekitar pukul 24.00 Wib. Saat itu, Nafiah (75) yang merupakan nenek Fredi mendatangi tempat tinggal pasangan suami istri itu setelah mendengar suara tangisan cicitnya.

Tiba-tiba Fredi keluar dengan menggendong anaknya yang masih berusia 6 bulan. Saat itu juga, Fredi mengatakan kepada Nafiah telah menghabisi nyawa istrinya sendiri.

"Sambil memberikan anaknya tersebut, pelaku mengatakan kepada saksi (Nafiah) jika istrinya telah dia dibunuh," ucap Akhdiyat.

Kaget dengan pengakuan Fredi, Nafiah bergegas mendatangi rumah anaknya, Satukah yang berlokasi di belakang rumah korban. Dengan menggendong cicitnya, Nafiah memberi tahu Satukah jika Fredi telah membunuh istrinya.

"Hasil olah TKP korban (Inggah) meninggal dengan luka benjolan di kepala, luka lebam di kedua mata, bekas pukulan benda tumpul di kepala, memar di pinggang dan punggung serta luka lebam di leher bekas cekikan," jelasnya.

Akhdiyat menambahkan, usai menghabisi nyawa istrinya, Fredi mencoba bunuh diri dengan cara memotong urat nadi tangan sebelah kiri. Saat ini pelaku menjalani perawatan di RS Sumber Glagah, Kecamatan Pacet.

"Kita belum bisa meminta keterangan pelaku karena masih dalam perawatan," pungkasnya.

Sementara usai diotopsi, jenazah Inggah dibawa ke kampung halamannya, Desa Seketi, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Kerabat korban, Mujib Suharsono menuturkan, pihak keluarga sangat terpukul atas kematian Inggah. Pasalnya, sebelum dibunuh di rumah suaminya, rumah tangga Inggah dan Fredi tidak ada masalah.

"Selama ini tinggal disini (rumah orang tua korban), baru dua hari tinggal di Dlanggu, selama disini rumah tangga mereka baik-baik saja," ucap Mujib saat ditemui di rumah duka usai pemakaman Inggah

(bdh/bdh)
Berita Terkait