Berikut Kronologi Penembakan Mati Perampok Surabaya

Berikut Kronologi Penembakan Mati Perampok Surabaya

- detikNews
Senin, 20 Okt 2014 19:42 WIB
Berikut Kronologi Penembakan Mati Perampok Surabaya
Surabaya - Mencoba melawan polisi saat hendak ditangkap, Mat Holil justru tewas. Dua peluru menembus dada kanan dan kirinya. Pria 51 tahun itu disergap dan ditembak mati di Sedeng, Bangkalan, Madura.

Berikut kronologi penangkapan pria warga warga Moroagung Utara, Sanggra Agung, Socah, Bangkalan itu menurut keterangan dari Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono.

Senin (20/10/2014), komplotan Mat Holil yang berjumlah empat orang berencana beraksi. Seperti biasa, sasaran mereka adalah nasabah bank. Kali ini mereka hendak mencari sasaran di Bank BCA Darmo.

sekitar pukul 12.30, Mat Holil sudah di dalam Bank BCA. Sebagai tukang gambar situasi dan mencari sasaran, Holil harus pandai-pandai mengamati situasi dan kondisi. Seorang temannya yang mengendarai motor Suzuki Satria FU menunggu di tempat parkir. Sedang dua temannya yang berboncengan menggunakan motor Yamaha Jupiter MX menunggu di luar bank.

Rupanya gerak-gerik Holil dicurigai satpam. Holil yang mondar-mandir membuat satpam curiga. Satpam tersebut langsung menelepon polisi. Apalagi ciri-ciri Holil yang telah disebar polisi sesuai dari wajah hingga cara berjalan Holil yang pincang.

"Pelaku pernah ditangkap Polres Metro Jakarta dan ditembak kakinya. karena itu dia pincang," ujar Sumaryono.

Holil pun akhirnya sadar jika aksinya diketahui. Saat ia keluar bank, polisi berpapasan dengannya. Dengan segera Holil memacu motornya untuk kabur. Polisi pun mengejarnya. Kejar mengejar itu terhenti saat polisi kehilangan jejak motor Honda Vario nopol M 5313 HK yang dikendarai Holil.

"Kami kehilangan jejak di kawasan Bulak Banteng," lanjut Sumaryono.,

Polisi lalu berinisiatif melakukan pencegatan di Jembatan Suramadu. Polisi yakin Holil bakal kembali ke rumahnya di Madura. Cukup lama polisi menunggu, namun yang ditunggu tak kunjung nampak.

Saat dilakukan pengecekan, ternyata HP milik Holil sudah berada di Madura. Saat itu baru diketahui jika Holil sudah tak menggunakan motornya lagi. Dia mengganti motornya dengan mobil BMW warna hijau bernopol L 1229 HV. Mobil itu pun dicari.

Akhirnya ketemu,mobil itu masuk ke sebuah gang di Desa Sedeng, Bangkalan. Saat dicegat di gang yang sempit, Holil langsung keluar dari mobil sambil membawa pisau panjang. Pisau itu diayunkan hendak dibacokkan ke polisi.

Polisi pun tak tinggal diam. Salah seorang polisi mengeluarkan tembakan peringatan, namun tak digubris. Polisi yang lain pun segera mengeluarkan tembakan yang diarahkan ke dada Holil. Holil pun roboh setelah dua peluru menembus dada kanan dan kirinya hingga tewas. Berakhir sudah petualangan bandit jalanan tersebut.

(iwd/iwd)
Berita Terkait