"Waktu kematian korban diperkirakan 2-3 hari lalu dilihat dari lebam mayat," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono kepada wartawan di lokasi, Sabtu (18/10/2014).
Menurut keterangan saksi, kata Sumaryono, baik Awi dan Nur masih terlihat bekerja di rumah itu pada Kamis (16/10). Tapi keesokan harinya, Jumat (17/10), mereka berdua sudah tak terlihat. Namun renovasi rumah tetap berlangsung. Dan pada Sabtu siang sekitar pukul 11.00 WIB, Awi ditemukan sudah menjadi mayat.
"Korban diperkirakan dibunuh pada Kamis malam," lanjut Sumaryono.
Akpol lulusan 1996 itu menduga pembunuhan dilakukan di teras atau bagian depan rumah. Indikasinya adalah, darah yang diduga dari kepala Awi pertama kali berawal dari tempat itu. Setelah membunuh, Nur menyeret tubuh Awi ke garasi.
Proses menyeret itu terlihat dari bercak darah yang terlihat mulai dari bagian depan rumah hingga ke garasi. Di garasi, Nur membuka sejumlah paving lalu menggali tanah di bawahnya.
Nur hanya menggali sedalam 30 cm lalu memasukkan tubuh Awi ke dalamnya. Nur kemudian membuat adukan semen dan menuangkannya ke tubuh Awi. Setelah meratakannya dengan tanah, Nur memasang kembali paving tersebut lalu kabur.
"Baju korban tak ada di lokasi, semua dibawa kabur," tandas Sumaryono.
(iwd/fat)











































