Jenazah Awi dikubur di lubang sedalam 30 cm. Untuk menutupi jejak, Nur menyemen tubuh Awi dengan menuangkan hasil adukan semen ke dalam lubang. Setelahnya, Nur memasang paving di atasnya.
"Korban dikubur dengan kepala digenangi darahnya sendiri," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono kepada wartawan di lokasi, Sabtu (18/10/2014).
Sumaryono menjelaskan, jenazah Awi ditemukan dalam kondisi tertelungkup. Banyak ceceran semen di tubuhnya yang sudah mengeras. Saat ditemukan, Awi mengenakan kemeja belang berwarna abu-abu dan sarung warna biru. Awi tidak memakai celana dalam.
"Kami juga temukan banyak darah bercecer di sekitar lokasi," tandas Sumaryono.
(iwd/fat)











































