Namun, rasa itu lambat laun tertepis seiring optimisme presiden baru Jokowi yang diharapkan membawa perbaikan dalam banyak sektor di negeri ini. Warga berharap kabupaten di ujung barat daya Provinsi Jatim ini tetap mendapatkan perhatian pemerintah pusat terutama terkait pembangunan ekonomi.
"Harapan kita, pemerintah baru harus bisa berpikir negarawan. Artinya, pemerintah itu ada karena adanya masyarakat. Oleh karena itu pemerintah harus tetap memprioritaskan daerah yang membutuhkan seperti halnya Pacitan," ujar Indartato, Bupati Pacitan berbincang dengan detikcom, Sabtu (18/10/2014).
Bupati mengakui, selama 10 tahun masa pemerintahan SBY beberapa proyek nasional memang dibangun di wilayah Pacitan. Seperti halnya PLTU Sudimoro, Jalan Lintas Selatan (JLS), serta beberapa proyek fisik lain seperti stadion, Gelanggang Olah Raga, maupun Akademi Komunitas.
Namun masih ada 2 diantaranya yang belum tuntas, yakni JLS dan Pelabuhan Niaga Gelon di Kecamatan Kebonagung. Bupati pun berharap proyek-proyek itu nantinya tidak akan terhenti di tengah jalan.
"Pikiran saya positif bahwa ke depan (kondisi) Kabupaten Pacitan tetap lebih baik," tambahnya.
Indartato juga berjanji tetap melakukan pendekatan kepada pemerintah pusat terkait peningkatan pembangunan di daerah yang dipimpinnya. Sebab kemampuan anggaran yang bersumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat terbatas. Tentu saja suntikan bantuan dari pemerintah pusat sangatlah dibutuhkan untuk kelangsungan pembangunan.
Sebagai pimpinan daerah, Indartato juga berpesan kepada seluruh warga Kabupaten Pacitan untuk bersatu padu mendukung setiap kebijakan pemerintahan yang baru. Perbedaan pandangan, kata bupati, merupakan keniscayaan dalam demokrasi. Yang terpenting semua bermuara pada kebulatan tekat untuk bersama-sama mengabdi dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Insya Allah Indonesia ke depan lebih baik," pungkasnya yakin.
(fat/fat)











































