"Mereka mengalami sakit perut, pusing dan muntah-muntah setelah makan sate dan martabak," kata Retno Muyasaroh (22), teman para korban di Puskesmas Grati, Sabtu (18/10/2014).
Retno yang mengontrak bersama k-9 korban di Desa Kebrukan, Kecamatan Grati, ini mengatakan Jumat malam mereka makan malam dengan menu sate ayam, sate kambing dan martabak yang dibeli di warung kaki lima.
"Kami makan sate ayam, sate kambing, sama martabak. Setelah malan malam, sekitar pukul 03.00 WIB pagi, semua sakit perut, pusing dan bolak-balik ke kamar mandi," ujar Retno.
Retno sendiri saat itu hanya makan hanya makan sate ayam. Sementara sembilan temannya yang lain saling mencicipi tiga menu tersebut. "Saya sendiri nggak makan sate kambing dan martabak, mungkin gara-gara keracunan sate kambing dan martabak mereka seperti ini," ujarnya menunggui teman-temannya.
Retno mengatakan, karena sakit perutnya semakin parah disertai sakit kepala. Mereka dibawa ke Puskesmas Kedawung, namun karena Puskesmas Kedawung tidak memiliki ruang inap akhirnya dirujuk ke Puskesmas Grati.
Eka Rakhmawati, perawat di Puseksmas Grati, mengatakan para korban mengalami keluhan yang sama yaitu diare, muntah, pusing, dan nyeri. Dari hasil pemeriksaan dokter, para korban mengalami intoksikasi makanan atau keracunan makanan.
"Karena intoksikasi makanan, akibat makan sate dan martabak," terangnya.
Saat dibawa ke puskesmas, kata Eka, para korban sudah mengalami dehidrasi sehingga harus diinfus. Bahkan beberapa diantaranya sempat pingsan karena kekurangan cairan dan diare.
Polsek Grati sudah mengamankan barang bukti berupa sate kambing dan martabak. Sementara 9 orang yang keracunan rata-rata karyawan swasta ini yakni, Zumrotul Faiza (24) warga Lamongan, Veny Dewi (24) warga Lumajang, Faimatul Lailiyah (19) warga Bondowoso, Ima Khoiriyah (22) warga Trenggalek, Rizqi Agsutin (23) warga Trenggalek, Sofia (18) warga Lumajang, Yunita (19) warga Probolinggo, Dewi (30) warga Gempol, Putri (22) warga Lumajang.
(fat/fat)











































