"Sekarang lagi dibongkar mesinnya untuk mengetahui pasti kondisi mesin serta kecepatan saat terjadi kecelakaan maupun pengereman," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setyono pada detikcom, Selasa (14/10/2014).
Pembongkaran mesin, kata Awi, dilakukan bersama petugas Puslabfor Mabes Polri cabang Surabaya dan Dinas Perhubungan Provinsi Jatim.
Selain itu, Awi mengaku sudah memeriksa 5 saksi terkait kecelakaan tunggal tersebut. Kelima saksi itu diantaranya, kondektur, kenek, penumpang serta warga di sekitar lokasi.
"Hasil pemeriksaan sementara, saksi dari warga mengaku saat kejadian, bus dalam kondisi kecepatan tinggi dan itu terbukti dengan posisi transmisi di gigi 5," imbuhnya.
Bus Harapan Jaya nopol AG 7900 UR jurusan Surabaya-Trenggalek terguling di depan Mahmil Medaeng, Senin (13/10). Akibatnya 7 penumpang tewas dan 5 orang luka berat dan ringan.
(ze/fat)











































