Satu Keluarga Terkapar usai Minum Air Galon Diduga Diracuni

Satu Keluarga Terkapar usai Minum Air Galon Diduga Diracuni

- detikNews
Selasa, 07 Okt 2014 09:57 WIB
Mojokerto - Satu keluarga yang bertempat tinggal di Jalan Raya Empunala nomor 64, Kota Mojokerto tiba-tiba terkapar usai meminum air galon. Diduga kuat seseorang telah mencampurkan serbuk racun dalam air yang diminum ketiga korban. Pasalnya polisi menemukan serbuk racun yang tercecer di sekitar galon air di rumah korban.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Maryoko mengatakan, para korban adalah Wulan (25), Tasmaji (35) dan Rohmad (18). Sekitar pukul 16.30 Wib, Senin (6/10) ketiga korban mengeluh mual-mual dan muntah setelah meminum air galon yang diduga kuat sudah dicampur serbuk racun. Ketiga korban yang tinggal serumah ini pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) kita sita barang bukti berupa sebuah galon air, gelas plastik dan nasi, indikasinya mengandung racun, namun kita bawa ke Labfor Polda Jatim untuk memastikan," ucap Maryoko saat dihubungi detikcom, Selasa (7/10/2014).

Maryoko menuturkan, sebelum ketiga korban ditemukan terkapar, sekitar pukul 15.30 Wib, suami Wulan berinisial AP yang tinggal tak serumah di Desa Mlirip Rowo, Kecamatan Tarik, Sidoarjo mendatangi rumahnya. Konflik diantara keduanya mengakibatkan terjadi pertengkaran di rumah tersebut.

"Terjadi adu mulut antara Wulan dengan suaminya, setelah itu, suaminya meninggalkan rumah tersebut," tuturnya.

Mendengar pertengkaran itu, paman Wulan, Tasmaji terbangun dari tidurnya. Tasmaji dan putranya, Rohmad pun meminum air galon yang biasa mereka konsumsi, begitu pula Wulan yang kelelahan setelah bertikai dengan suaminya.

"Sejam kemudian setelah minum air galon itu, ketiga korban mengeluh mual-mual dan muntah, sehingga dievakuasi ke RS Kamar Medika dan RS Hasanah untuk menjalani perawatan," imbuhnya.

Saat ini, masih menurut Maryoko, pihaknya melakukan pengejaran terhadap AP. Diduga kuat suami Wulan yang sudah pisah ranjang itulah uang memasukkan serbuk racun ke dalam galon air yang diminum ketiga korban. Apalagi AP dengan istrinya sedang ada konflik rumah tangga.

"Kita lakukan pengejaran terhadap AP, karena tidak ada orang lain di rumah korban selain kedatangan AP waktu itu," pungkasnya.

Saat ini Wulan yang sempat dirawat di RS Kamar Medika telah diizinkan pulang. Sedangkan Tasmaji dan putranya masih menjalani perawatan intensif di RS Hasanah Mojokerto.

(fat/fat)
Berita Terkait