Aksi bersih-bersih ini dilakukan Generasi Pecinta Mayapada (Gapema) SMA Negeri 8 Kota Malang, di Jalan Veteran dan Jalan Bandung.
Babat (17), anggota Gapema SMA Negeri 8 Malang mengaku, kegiatan singkat itu sudah menemukan beberapa kilogram paku, semuanya dicabut dari batang pohon.
"Kalau sampah lebih dari dua kantong plastik besar," ujarnya di sela mencabuti paku di Jalan Bandung.
Dia menyesalkan, banyaknya paku serta sampah pada batang pohon, mencerminkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pemasangan reklame menggunakan paku, atau tali plastik di batang pohon, menurut pelajar yang masih duduk di kelas 12 ini, akan mengancam keberlangsungan hidup pohon lindung tersebut.
"Kalau kena paku, batang pohon akan luka dan akhirnya rusak, bahkan bisa membuat pohonya mati. Sementara kalau batangnya terikat tali, maka lama kelamaan batang tersebut bisa mengecil lalu patah," sesalnya. Bersama teman-temannya, dia berharap aksi vandalisme ini segera dihentikan.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang Wasto, mengatakan, secara aturan pemasangan reklame pada batang pohon melanggar. "Kalau dipaku, batang pohonnya menjadi rusak," ucapnya terpisah.
(fat/fat)










































