Puluhan anggota FPI bersama Laskar Pembela Islam (LPI) mendatangi sebuah taman pendidikan Alquran, Sabilul Muttaqin yang berlokasi di Jalan Glonggongan Baru, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Mojokerto. Mereka membawa dua orang pemuda pemudi yang diduga menyebarkan aliran sesat di sebuah sekolah kesehatan di Mojokerto.
"Keduanya kami jemput dari kos mereka. Mereka menyebarkan aliran sesat di sebuah sekolah kesehatan. Ajaran mereka sangat berbahaya dengan mengatasnamakan Islam, tidak mengakui Muhammad sebagai nabinya, namun Ahmad Musadeq sebagai nabi mereka, serta tidak mengakui adanya rukun Islam," kata ustadz Harisudin, ketua LPI Mojokerto di lokasi.
Harisudin menambahkan, mereka adalah R dan AM. R yang asal Bekasi, Jawa Barat itu diduga yang menjadi penyebar pertama aliran Ahmad Musadeq di Sekolah Herbalis Mojokerto (SHM). Sementara AM, asal Wonosobo, Jateng, adalah salah seorang yang terpengaruh aliran Ahmad Musadeq yang diajarkan R. Sejauh ini, sudah ada 3 orang pemuda lainnya yang diduga telah terpengaruh ajaran mereka.
"Awalnya hanya satu orang (R) yang membawa ajaran ini dari Jawa Barat. Ahmad Musadeq adalah pendiri aliran Al Qiyadah Al Islamiyah yang dulu pernah mengaku nabi di Bogor dan markasnya dibakar FPI," imbuh Harisudin.
Masih menurut Harisudin, dua orang pemuda itu juga tergabung dalam Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang berlokasi di Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Mojokerto. "Mereka juga tergabung dalam Gafatar. Organisasi ini alasannya bergerak di bidang sosial, namun itu hanya sebagai kedok saja," ungkapnya.
Sementara ketua RT 27, Desa Sumbertebu, Muhamad Sueb mengatakan, R dan AM beserta dua temannya sejak 6 bulan yang lalu menempati rumah kos milik Didik. Sueb mengaku sempat mencurigai perilaku empat pemuda ini.
"Sebenarnya kita sudah curiga, mereka tidak menyerahkan surat dan KTP, mereka sekolah di SHM. Hanya dua orang yang dibawa FPI tadi, sedangkan dua orang lainnya masih melarikan diri," tutur Sueb.
Pantauan detikcom di lokasi, selain FPI dan LPI, beberapa anggota kepolisian juga berada di lokasi. Usai berdialog dengan anggota FPI, kedua pemuda ini dikeler oleh polisi dan FPI ke Mapolres Mojokerto.
(iwd/iwd)











































