Jerman Tawarkan 6 Juta Lowongan Kerja ke Warga Jatim

Jerman Tawarkan 6 Juta Lowongan Kerja ke Warga Jatim

- detikNews
Kamis, 11 Sep 2014 17:10 WIB
Surabaya - Negara Jerman menawarkan lowongan kerja sekitar 6 juta bagi warga Jawa timur untuk bekerja di negeri benua biru Eropa ini. Dari jumlah tersebut, diharapkan 1.000 lowongan dapat diisi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).

"Selama ada job, pasti perusahaan di Jerman mau," kata Andreas Gosche, tenaga ahli dari Kadin Hochrhein-Bodensse Konstanzs Jerman di sela acara seminar nasional tentang Harmonisasi pendidikan vocational dengan dunia usaha/industri di provinsi Jawa Timur, di Hotel Bumi Surabaya, Kamis (11/9/2014).

Ia mengatakan, selama ini pekerja di Jerman kebanyakan asal Eropa Timur. Namun, peluang pekerjaan masih terbuka bagi oraang dari kawasan Asia termasuk Indonesia-Jawa Timur.

"Di Jerman masih membutuhkan tenaga perawat, pertukangan (listrik, konstruksi, pipa) hingga di bidang pariwisata," katanya.

Andreas mengaku tertarik pemaparan yang disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Menurutnya, ada potensi yang luar biasa dari lulusan SMK di Jawa Timur untuk bekerja di Jerman.

"(Dapat bekerja di Jerman) Asalkan sesuai dengan standar yang diperlukan. Paling tidak harus bisa berbahasa Inggris atau Perancis," tuturnya.

Andreas menerangkan, ada dua jenis pekerjaan yang dibutuhkan di Jerman, yakni pekerjaan yang membutuhkan sertifikat keahlian dan tidak perlu sertifikat.

Pekerjaan di Jerman yang tidak membutuhkan sertifikat keahlian seperti, tukang bersih-bersih kaca. "Kalau perawat, pertukangan itu masih membutuhkan sertifikat keahlian," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, di luar negeri memiliki standar tersendiri. Pemprov Jawa Timur pun akan menyiapkan anggaran untuk menstandarisasi SMK, agar lulusannya dapat bekerja sesuai dengan standar yang diminta.

"Kita benahi, kita standarkan dulu di sini agar lebih siap," terangnya.

Gubernur Jatim yang biasa disapa Pakde Karwo ini juga meminta peran serta dari dunia usaha di Jatim. Serta ikut bertanggungjawab dalam menentukan arah kebijakan pendidikan mulai dari kurikulum, pelaksanaan pembelajaran hingga evaluasi pendidikan.

"Sehingga terjalin sinergi antara penyedia tenaga kerja, pencari kerja, dan tenaga kerja yang sesuai dengan tantangan zaman," tandasnya.

Selain seminar, di acara tersebut juga dilakukan MoU antara Dinas Pendidikan Jawa Timur dengan beberapa perusahaan skala besar seperti PT Spindo Tbk, PT Indomarco Prisma Tama Tbk, PT Astra Auto Part, Yamaha motor, PT Inkindo Jatim, Auto 2000, PT Seger Agro Nusantara, PT Panca Wana Indonesia, Bandung Techo Park.

(roi/fat)
Berita Terkait