Origami Ini Tetap Cantik Meski Terbuat dari Kertas Koran

- detikNews
Rabu, 10 Sep 2014 15:22 WIB
Foto: Syaiful Kusmandani
Jember -

Origami yang merupakan seni melipat asal Jepang, ternyata tak sekedar bisa mengasah otak anak usia dini melainkan juga bisa mengekspresikan kreativitas dan bakat lewat pandangan mata.

Seperti yang dituangkan anak-anak di ajang pameran origami di GOR Kaliwates Jember. Dari origami berbentuk gunung berapi sampai bisa menggambarkan kondisi lingkungan sekitar, rumah tempat anak-anak usia SD tinggal. Dan bahan kertas tak harus kertas yang bagus dengan harga mahal. Origami bisa juga dibuat dari kertas bekas termasuk kertas Koran yang banyak terbuang.

Sebanyak 10 komunitas mencoba menampilkan origami terbaiknya, dan untuk menarik perhatian pengunjung, beberapa origami diberi ornament lampu untuk menambah keindahan lipatan kertas. Dari sekian banyak origami, seni dari kertas koran dan potongan bambu yang diorigami menjadi rumah tradisional banyak mendapat perhatian.

"Baru pertama liat origami pemandangan di sini, nanti saya akan mencoba membuatnya di rumah," tutur Shasa Natasya, murid kelas 4 SD Ambulu 1, Jember kepada detikcom, Rabu (10/9/2014).

Selain anak-anak, di pameran origami tersebut juga banyak dikunjungi kalangan guru baik tingkat TK dan SD. Bahkan mereka mengaku akan menjadikan seni origami bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah untuk mengasah otak anak anak yang kini dalam masa pertumbuhan.

"Kita di sini untuk memperkaya model model origami yang nantinya kami terapkan pada anak didik kami di sekolah. Uniknya di sini juga ada origami dari kertas Koran padahal biasanya kita membutuhkan kertas berwarna yang menurut saya bias menambah keindahan, namun ternyata kertas Koran ketika sudah berbentuk bagus juga," ujar Andri, salah seorang guru.

Pameran ini untuk menepis anggapan dari kalangan orang tua siswa jika origami yang selama ini ada membutuhkan banyak biaya mahal karena membutuhkan kertas kualitas bagus untuk setiap pembuatannya.

"Origami bisa memakai kertas apapun juga bahkan kertas bekas," kata Ketua Jember Origami Community, Sri Wahyuni Djala.

Dengan pameran, diharapkan ke depan seni origami yang ada di Jember bisa meningkat menjadi ekonomi kreatif. Selain untuk pendidikan pertumbuhan otak anak juga menjadi sumber pendapatan bagi keluarga.

"Seperti pin ini saya buat dari bahan kertas dan dijual dengan harga 10 ribu, padahal hanya dengan selembar kertas dan lem saja sudah mendapatkan uang," harapnya.

(fat/fat)