Truk Nyelonong Dihantam KRD, Sopir Tewas di Lokasi

Truk Nyelonong Dihantam KRD, Sopir Tewas di Lokasi

- detikNews
Rabu, 10 Sep 2014 08:45 WIB
Truk Nyelonong Dihantam KRD, Sopir Tewas di Lokasi
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Sebuah truk bernopol S 9740 UP yang dikemudikan Mujianto (24) dihantam kereta api (KA) KRD jurusan Kertosono-Surabaya di perlintasan tanpa palang pintu di Dusun Damarsih, Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, sekitar pukul 05.30 Wib, Rabu (10/9/2014).

Akibat kejadian itu, sopir truk asal Kepuh Pandak, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto tewas di lokasi kejadian. Yayuk Sri Wilujeng (44), saksi mata yang rumahnya tepat di sisi selatan persimpangan KA mengatakan, kecelekaan maut terjadi sekitar pukul 05.30 Wib.

Saat itu, truk yang dikemudikan Mujianto melaju dari arah selatan (Bangsal) menuju ke utara (Mojoanyar). Tiba di lokasi perlintasan KA yang tidak dilengkapi palang pintu itu, truk tiba-tiba mogok di tengah perlintasan.

Pada saat bersamaan, melaju KA KRD dengan nomor lokomotif 20134 dari arah Jombang menuju Surabaya. Akibatnya, truk tanpa muatan itu dihantam kereta jurusan Kertosono-Surabaya itu.

"Sudah diperingatkan oleh warga sini, namun setengah badan truk terlanjur di perlintasan kereta, kemudian terdengar suara 'Duaar', truk terseret, dan sopirnya terlempar keluar dari kemudi," kata Yayuk kepada detikcom di lokasi.

Akibat kejadian itu, Yayuk menambahkan, sopir truk, Mujianto, meninggal di lokasi kejadian. Pria asal asal Kepuh Pandak, Kecamatan Kutorejo itu mengalami luka parah di kepala dan kaki bagian kiri.

"Sesaat setelah kejadian, sopirnya masih terlihat hidup karena masih gerak-gerak, namun saat ditolong warga sudah meninggal," imbuh Yayuk.

Sementara Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiji Suwartini saat ditemui di lokasi kecelakaan mengatakan, persimpangan tanpa palang pintu ini biasanya dijaga warga Dusun Damarsih secara sukarela. Namun, petugas jaga kebetulan meninggal dunia, sehingga saat kejadian tidak ada seorang pun yang menjaga perlintasan tersebut.

"Tadi pagi yang biasa mengatur persimpangan ini mengalami kecelakaan dan meninggal, sehingga kosong," tutur Wiji kepada wartawan.

Dugaan sementara, menurut Wiji, kecelakaan ini terjadi akibat kelalaian pengemudi truk. "Kereta punya jalur khusus harus lebih diutamakan dari kendaraan lain, karena tidak ada palang pintunya, kita berharap pengendara jalan lebih berhati-hati. Dugaan sementara kurang hati-hatinya pengguna jalan," pungkasnya.

Hingga pukul 08.30 WIB, truk sudah dievakuasi dan korban tewas dibawa ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk diotopsi. (fat/fat)
Berita Terkait