Pantauan di lapangan, saat truk tanki yang membawa air bersih melintas di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, puluhan warga langsung menodong dan mencegat agar air bersih itu untuk diturunkan di desanya.
Padahal truk penyuplai air tersebut, rencananya akan mengirim air bersih ke wilayah selatan Probolinggo yakni Ddesa Bulu Jaran Kecamatan Tegal Siwalan.
"Air bersih ini, akan dibawa ke daerah Kecamatan Tegalsiwalan, api apa boleh buat sudah dicegat warga," kata Bambang Laksmono Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo, di lokasi, Rabu (10/9/2014).
Sementara setelah berhasil mencegat truk tanki, warga sekitar langsung membawa berbagai wadah untuk mendapat air bersih. Mulai dari ember, panci, jerigen, hingga drum plastik berukuran besar.
Warga dari berbagai usia baik laki-laki dan perempuan, muda dan tua antre berdesak-desakan yang dibagikan secara gratis. Sebab, selama ini warga harus membeli air ke rumah salah satu warga desa lain yang menggunakan air PDAM.
"Jaraknya sekitar 2 hingga 5 Km. Itupun warga mendapatkan air tidak secara gratis. Namun harus membayar Rp 500 per jerigennya," ujar Samad.
Ribuan warga yang merasa kekurangan air selama 6 bulan ini berharap perhatian dari pemerintah. "Saya harapkan pemerintah memperhatikan rakyat yang sudah bertahun-tahun mengalami krisis air bersih di setiap musim kemarau ini," pungkasnya.
(fat/fat)











































