'Isu' panas itu muncul dari Bambang DH, wakil ketua DPD PDIP Jawa Timur. Pria 53 tahun yang bernama lengkap Bambang Dwi Hartono ini terang-terangan menyebut ada kader yang tidak ingin Risma maju pilkada. Jika Risma maju, PDIP diperkirakan akan kalah.
Bambang DH yang juga wali kota periode 2002-2010 dan kemudian menjadi wakil walikota mendampingi Risma sebagai wali kota ini juga menyebut Risma tak memiliki prestasi menonjol. Ia hanya mewarisi keberhasilan pemimpin sebelumnya. "Hasil kerjanya tidak nyata, hanya hanya mengejar pencitraan atau popularitas," kata Bambang DH yang gagal dalam pemilihan Gubernur Jatim 2014-2019 ini kepada detikcom pekan lalu.
Isu tak diusungnya Risma direspons partai lain. PKS, Gerindra, dan PAN siap mengusung wali kota dengan sederet penghargaan tersebut. Isu tersebut juga langsung direspons petinggi PDIP. Mereka membantah pernyataan Bambang DH, siapa mereka?
1. Hasto Kristianto: Kepemimpinan Risma Sangat Baik
|
Dok Detikcom
|
Mengenai pernyataan Bambang DH, Hasto mengaku akan mengklarifikasi terlebih dulu. Yang jelas, pendapat partai bukan sikap perorangan. "Partai ini punya aturan, punya disiplin," kata Hasto di sela-sela silaturahmi FPDIP DPR di Hotel The Dharmawangsa, Jl Brawijaya, Jaksel, Minggu (7/9).
2. Puan Maharani: Tak Ada Aturan Mengikat
|
|
"Lihat Bu Risma bagaimana niatannya. Tapi belum tentu sekarang PDIP besok juga PDIP. Kalau yang bersangkutan keberatan atau tidak mau (diusung PDIP), ya kita kan belum ada aturan yang mengikat dan tidak boleh pindah," kata Puan di Hotel Gumaya, Semarang, Jumat (5/9).
Meski demikian, Puan memastikan saat ini PDIP belum memiliki calon dalam Pilkada Surabaya 2015. Belum ada rapat khusus soal itu.
3. Wisnu Sakti Buana: Pendapat Pribadi Boleh-boleh Saja
|
Dok Detikcom
|
"Pribadi boleh-boleh saja," jawab Wisnu yang juga wakil wali kota Surabaya ini, Rabu (3/9).
Wisnu menambahkan, PDIP memiliki mekanisme. Calon kepala daerah diputuskan Ketua Umum Megawati Sukarnoputri. Wisnu berharap seluruh kader dan simpatisan PDIP di Kota Pahlawan menunggu instruksi partai, bukan menebarkan isu.
Halaman 2 dari 4











































