Meski sudah ditutup, namun masih banyak prostitusi terselubung di kawasan yang tenar pada tahun 80 an itu. Sebagai pengganti wisma, para PSK menyewa kamar kos. Di dalam kamar kos tersebut lah biasanya para PSK tersebut berpraktik.
"Kami memang melakukan penyisiran di kamar kos yang diduga menjadi tempat prostitusi terselubung," ujar Kanit Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Supiyan kepada wartawan, Selasa (2/9/2014).
Saat melakukan penyisiran di kamar kos, polisi menemukan delapan pasangan mesum. Di kamar tersebut terdapat lelaki yang bukan suami atau saudara si perempuan. Karena tak bisa membuktikan jika mereka adalah pasangan suami istri, mereka pun dibawa ke kantor polisi.
"Mereka akan kami data," lanjut Supiyan.
Selain menemukan pasangan mesum, polisi juga mengamankan dua orang yang diduga pelaku curanmor. Dari kamar mereka, polisi menemukan empat plat nomor palsu.
"Mereka kami amankan dan kami bawa ke Polsek Krembangan untuk diperiksa lebih lanjut," ujar Supiyan.
Supiyan menambahkan, razia ini dilakukan untuk menjaga wilayah Surabaya dan wilayah Bangunsari khususnya, agar tetap bebas dari prostitusi.
(iwd/iwd)










































