Jika tak ditemani ular tersebut dalam sehari-harinya, bocah bernama Dian Rosuli itu akan shock berat dan berujung sakit. Putra pertama dari pasangan Juanidi (31) dan Iin Wahyuni (28) warga Lawean Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo itu, sehari-harinya bermain dengan ular-ular berbisa hasil tangkapan ayahnya.
Tanpa rasa takut dan geli sedikitpun, Dian panggilan bocah pecinta ular berbisa itu, dengan leluasa memegang ular hijau berekor merah yang terkenal akan bisa yang mematikan. Namun, bagi bocah yang sudah bersahabat dengan ular berbisa sejak berusia 8 bulan, ular justru dijadikan seperti mainan saja.
Bahkan saat ular itu terlepas dari tangannya, Dian terlihat berusaha menangkap saat ular-ular hijau tersebut merayap di tempat tidurnya. Sesekali ular tersebut dikalungkan ke leher ayahnya.
Tak hanya itu saja, saat bermain dengan ular, Dian tak hanya memegang satu ekor ular saja. Dia berani memegang 6 ekor sekaligus. Ada yang dikalungkan di leher seperti dan diletakkan di kedua tangannya.
Bahkan ada seekor ular hijau yang dijadikan mainan setiap hari diberi nama 'Beuh' (Bau). Ukurannya lebih besar dari pada ular-ular yang lain. Ular tersebut merupakan ular kesayangan dan selalu diciumi.
"Kalau dia (Dian) tidur, ular-ular itu juga tidur. Tidurnya ular itu, melilit di tempat tidur," kata bapak Dian, Junaidi kepada wartawan di rumahnya, Senin (1/9/2014).
Junaidi mengaku, saat anaknya bosan dengan salah satu ular, dirinya akan melepas ke alam bebas. Namun Junaidi harus mencari dan menangkap ular yang baru untuk diberikan kepada anaknya.
"Saya lepaskan, tapi suruh nangkap (ular) lagi," tambahnya.
Junaidi pun mengisahkan saat seluruh ular-ular yang dianggap mainan anaknya tersebut dilepas semua ke alam bebas. Saat anaknya bangun tidur, tangisan Dian terdengar dengan kondisi tubuh panas.
"Badan anak saya itu langsung panas (Demam) saat ular-ular itu saya lepas ke alam bebas. Akhirnya terpaksa saya cari ular lagi," kenangnya.
(fat/fat)











































