Keracunan Saat Menguras Sumur, 2 Pria di Pacitan Tewas

Keracunan Saat Menguras Sumur, 2 Pria di Pacitan Tewas

- detikNews
Minggu, 31 Agu 2014 20:14 WIB
Pacitan - Nahas menimpa Sukatno (40) dan Tumidi (40) warga RT 01 RW 01 Ngrejo, Desa Kledung, Kecamatan Bandar, Pacitan. Keduanya meregang nyawa setelah menghirup asap mesin diesel saat menguras sumur gali, Minggu (31/8/2014) sore.

Informasi yang dihimpun detikcom, sebelum ajal menjemput, para korban bersama 4 warga lain berinisiatif menguras sumur yang terletak di tengah pemukiman. Ini karena beberapa hari sebelumnya sumur kemasukan seekor tikus sehingga menimbulkan bau busuk.

Lantaran kedalaman sumur mencapai 20 meter lebih, proses pengurasan sempat menemui kesulitan. Mereka pun lantas sepakat menggunakan mesin pompa air. Namun, mesin bukannya diletakkan di atas melainkan dibawa ke dasar sumur.

Awalnya, kegiatan tidak terjadi keganjilan apapun. Namun memasuki sepuluh menit pertama, korban Tukidi yang berada di dasar sungai merasakan sesak hingga pingsan.

Mengetahui kejadian tersebut, korban Sukatno yang hendak keluar lubang sumur kembali turun. Tujuannya untuk menolong Tukidi. Celakanya, sebelum sempat meraih tubuh Tukidi, Sukatno pun ikut menghirup gas karbon hingga terjatuh lunglai dan tewas.

Tentu saja, peristiwa tersebut menggemparkan warga sekitar yang lantas melaporkannya kepada aparat berwajib. Tak berselang lama, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat datang bersama muspika TNI/Polri. Evakuasi dilakukan bersama warga sekitar.

Upaya mengangkat kedua jasad korban tidak berjalan mulus. Selain kedalaman sumur yang mencapai 20 meter, petugas juga lebih dahulu harus bekerja keras membersihkan lorong sumur dari gas beracun. Tim lantas memasang kipas angin untuk menyedot karbon dioksida keluar.

"Dengan peralatan yang kita punya, akhirnya jenazah korban berhasil dievakuasi," kata Pujono, Kasi Kesiap Siagaan dan Logistik BPBD Pacitan berbincang dengan detikcom.

Kondisi medan serta dalamnya lorong sumur, lanjut Pujono memang menjadi kendala utama evakuasi. Namun berkat kerjasama semua pihak serta dukungan masyarakat sekitar, upaya mengangkat jenazah korban tidak menelan waktu terlalu lama. Saat ini kedua jenazah sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

"Begitu berhasil dievakuasi, (jenazah) langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," terang Pujono yang ikut memantau selama proses evakuasi.

(bdh/bdh)
Berita Terkait