Pemkab Banyuwangi Bangun Rusunawa Bagi Warga Miskin

Pemkab Banyuwangi Bangun Rusunawa Bagi Warga Miskin

- detikNews
Rabu, 27 Agu 2014 15:17 WIB
Pemkab Banyuwangi Bangun Rusunawa Bagi Warga Miskin
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi sedang merampungkan hunian bagi warga miskin di Banyuwangi. Tidaklah sebuah perumahan, namun rumah susun yang bisa di sewa oleh keluarga yang kurang mampu.

"Rusunawa ini bisa membantu warga miskin kota untuk mendapatkan rumah yang layak huni. Kita targetkan November ini sudah selesai," ujar Mujiono, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Banyuwangi kepada detikcom, Rabu (27/8/2014).

Menurutnya, rusunawa yang dibangun dari anggaran APBN tahun 2013 dan 2014, dengan nilai 25 Miliar ini akan kelar pada November mendatang. Dijelaskan Mujiono, bangunan yang berdiri dilahan yang disediakan pemkab seluas 5 hektar di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, tersebut terdiri dari empat blok. Masing-masing blok memiliki empat lantai. Total terdapat 200 ruang tempat tinggal dengan type 36 dan 45.

Mujiono menjelaskan, rusunawa ini sengaja dibangun di wilayah Kecamatan Kalipuro karena angka kemiskinan di wilayah ini tergolong tinggi.

"Kita tahu sekitar sana perekonomiannya sedikit di bawah. Jadi nanti para buruh, pegawai atau pedagang yang berpenghasilan rendah di bawah Rp 500 ribu, bisa mendapat tempat tinggal yang layak," kata Mujiono.

Wilayah Banyuwangi utara, lanjut Mujiono, juga akan dibangun banyak pabrik industri, diharapkan keberadaan rusunawa ini akan membantu bagi para pekerjanya.

Sementara, jika banyak orang berpandangan bahwa rumah susun selalu identik dengan sempit dan kumuh. Itu dijamin tidak akan ditemui pada rusunawa Banyuwangi. Layaknya perumahan mewah, disini juga terdapat ruang khusus untuk pertemuan.

"Persatuan, selain kamar juga terdapat ruang tamu, ruang keluarga, dapur lengkap dengan kamar mandi," jelas Kepala Dinas Mijiono.

Untuk memastikan fasilitas penunjang, seperti pengadaan air bersih, ruang terbuka hijau, sanitasi, pemasangan listrik dan jalan akses menuju ke rusunawa, pemerintah setempat siap menggelontorkan dana sebesar Rp 2 miliar. Dengan demikian hampir dipastikan kenyamanan para penghuni terjamin.

"Sudah banyak masyarakat yang tanya rusunawa ini dan berniat untuk menyewa. Namun kami masih membentuk pelaksana teknis dan masih berkoordinasi dengan Kementrian PU terkait prosedur serta biaya penyewaan. Tapi yang pasti harus ada perjanjian bahwa tidak akan disewakan lagi ke orang lain," tandas Mujiono.

(fat/fat)
Berita Terkait