Aparat kepolisian masih menyelidiki kejadian ini dengan meminta keterangan para saksi yang diketahui berada di lokasi kejadian.
"Para saksi masih kita mintai keterangan, untuk mengetahui secara pasti kronologi kejadian. Termasuk menemukan jenis minuman yang dikonsumsi, informasi awal miras oplosan," kata Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat kepada detikcom, Rabu (27/8/2014).
Menurut keterangan yang dihimpun detikcom, sekitar 20 orang termasuk kedua korban menggelar pesta miras di rumah warga saat pesta agustusan, Minggu (24/8). Mereka mengonsumsi miras oplosan produksi wilayah setempat.
Andre salah satu korban, nekat menenggak miras hanya untuk menghilangkan rasa malu saat mengikuti karnaval digelar desa setempat. Usai karnaval, korban pulang ke rumah untuk beristirahat. Esok harinya, meninggal dunia di atas tempat tidur.
Sementara Antok, korban lain dilarikan keluarga ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Namun, Selasa (26/8) malam nyawa korban tak tertolong. "Upaya kami bisa mengungkap alur miras itu berasal. Untuk mengetahui penyebab kematian korban dari hasil pemeriksaan di rumah sakit," jelas Wahyu.
(fat/fat)










































