Menurut Yudi Firtanto, Supervisor SPBU 5461336 Jampirogo, antrean truk pembeli solar terjadi sejak kemarin, Senin (25/8). Menurutnya, antrean ini terjadi karena stok solar di SPBU lainnya telah habis menyusul adanya pengurangan pasokan solar dari Pertamina yang mencapai 50% dari sebelumnya.
"Pasokan solar kami juga dibatasi, biasanya 24 kilo liter satu per hari, sekarang 24 Kilo liter menjadi dua hari sekali," kata Yudi kepada wartawan saat ditemui di kantornya.
Yudi menuturkan, hingga pukul 17.00 WIB, stok solar di SPBU 5461336 Jampirogo tersisa 10 kilo liter. Dia memprediksi, dalam 3-4 jam ke depan, stok solar di tempatnya akan benar-benar habis.
"Melihat antrean seperti ini, 3-4 jam ke depan solar akan habis, dan pasokan dari Pertamina baru datang lusa (28/8), pasti akan terjadi kelangkaan," ungkapnya.
Pantauan detikcom di SPBU 5461336 Jampirogo, antrean truk besar dan kecil dari arah Jombang menuju Surabaya, mengular hingga 2 kilometer. Sementara itu, stok solar di dua SPBU yang berlokasi jalur nasional Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, telah habis sejak siang tadi.
Kus Hendro, seorang sopir truk asal Lumajang menuturkan, sejak hari ini, dirinya kesulitan mendapatkan solar. Padahal, dia hanya membutuhkan 71 liter solar setiap harinya.
"Saya sudah nyari ke semua SPBU dari Lumajang sampai Surabaya baru dapat di sini (SPBU Jampirogo)," ungkapnya saat ditemui di SPBU Jampirogo.
Sopir truk pengangkut pasir ini berharap, pemerintah segera mengatasi kelangkaan solar. Dia khawatir, sulitnya mendapatkan solar bersubsidi membuat kendaraannya tak lagi bisa beroperasi.
"Kalau pemerintah mau menaikkan ya naikkan saja biar kami sebagai sopir, ndak kebingungan mencari solar, karena ini jelas mengurangi pendapatan kami," tandasnya.
Sementara Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Wiji Suwartini dihubungi terpisah mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya aksi 'borong' solar oleh konsumen nakal, dia bakal mengerahkan personelnya di 18 SPBU yang berada di wilayah hukumnya.
"Kita siapkan personel untuk melakukan pengawasan stok setiap hari, nanti kita berkoordinasi dengan pihak SPBU, baik memantau stok solar maupun premium, kalau memang ada antrian kita lakukan pengamanan di SPBU tersebut," kata Wiji.
(bdh/bdh)











































