Aksi karyawan Merpati yang sudah tak digaji perusahaannya selama hampir 9 bulan ini diikuti anggota keluarganya pula. Para karyawan memang sengaja mengajak anak dan istrinya sebagai ungkapan bahwa keluarga mereka sudah tak bisa makan lagi, Senin (26/8/2014).
"Pak Dahlan Iskan sebagai menteri BUMN jangan colong playu (tak bertanggungjawab). Kalau ada labanya gembar gembor, tapi kalau merugi main tutup tanpa memberi gaji, tiru dong cara penangangan korban Lapindo," kata Ny Arfi, seorang istri karyawan Merpati yang ikut menenteng spanduk.
Selama hampir 9 bulan, kata Ny Arfi, dirinya dan suaminya harus pontang-panting untuk bisa bertahan hidup dan membayar sekolah anak-anak.
Perlu diketahui, Ny Arfi yang tinggal di Sidoarjo memiliki 3 anak dan semuanya harus sekolah demi masa depannya. Nasib yang sama juga dirasakan istri-istri karyawan Merpati lainnya.
"Saya dan suami harus jualan kerudung di pinggir jalan. Uang dari mana lagi kalau kami tak digaji. Kalau suami bekerja ke perusahaan lain nanti dianggap keluar dan gaji tidak dibayar, kan susah jadinya," kata Ny Arfi, istri dari Suryadi.
Ny Arfi memang tidak diam setelah Merpati dilanda kesulitan keuangan. Mantan karyawan Merpati ini lantas mencoba wiraswasta dengan modal cekak. Ibu beranak tiga ini jualan kerudung di Taman Pinang Sidoarjo setiap pagi di akhir pekan.
Selain itu, jualan kerudung juga dilakukan melalui situs jejaring facebook. "Apa aja saya lakukan asal bisa dapat uang. Ya sementara ini untungnya kecil, bisa untuk makan ala kadarnya," katanya.
Dengan pendapatan yang minim itu, tabungan yang ada terus berkurang karena dipakai untuk keperluan sekolah anak-anak dan yang lainnya. Bahkan sebuah sepeda motornya juga terpaksa dijual.
"Bayangkan 9 bulan tak digaji, tabungan ludes," katanya dengan nada lirih.
Kedatangan ke Kantor Gubernur Jatim itu meminta kepada Pakde Karwo untuk ikut memperjuangan pembayaran gaji karyawan Merpati kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Presiden SBY.
"Pak SBY, kami mohon mengerti kesulitan karyawan Merpati. Apakah bapak tega purna tugas melihat keluarga karyawan Merpati mati kelaparan," tandas Ny Arfi.
Aksi serupa juga sebelumnya digelar karyawan Merpati di Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan di Jakarta, tapi tak membuahkan hasil.
(gik/gik)











































