Seperti terlihat di SPBU Jalan Danau Toba dan Mayjen Wiyono, Kota Malang. Antrean kendaraan roda empat sampai ke badan jalan. "Ini antre mulai tadi pagi," kata Sofyan, seorang sopir mobil diesel ditemui detikcom, Selasa (26/8/2014).
Namun petugas SPBU berdalih akan menerima seluruh pembelian BBM bersubsidi jenis premium dan solar. "Akan kami layani pembelian solar maupun premium, sesuai dengan stok yang dimiliki," kata pria berseragam yang juga pengawas SPBU.
Dia menyebut, Pertamina hanya mengirim 8 ribu kiloliter solar untuk stok selama 2 hari. "Jadi kita seperti biasanya kita menjual," sebut dia.
Sementara Ketua Himpunan Pengusaha Swasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Malang Rizal Pahlevi menuturkan, pengurangan BBM jenis solar dan premium di wilayah Malang Raya mencapai 20 persen. Pengurangan kuota ini keputusan dari DPR RI.
"Ini alasan agar stok BBM bersubsidi bisa mencukupi sampai akhir tahun nanti," tuturnya terpisah.
Ia menambahkan, pengurangan kuota BBM jenis solar dan premium bersubsidi juga sebagai kontrol terhadap konsumsi BBM tersebut. "Karena BBM hanya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat hingga November 2014 nanti," imbuhnya.
Dia mengungkapkan, pengurangan juga tak lain untuk mengalihkan konsumsi BBM non subsidi. Jumlah premium bersubsidi di Malang Raya mencapai 1 ribu kiloliter per harinya, sementara solar sebanyak 300 kiloliter per hari.
Pihaknya mengimbau SPBU dapat membatasi konsumsi BBM bersubsidi, agar stok yang dimiliki dapat mengatasi kelangkaan BBM. "Biasanya pembatasan, akan diberikan kepada kendaraan roda empat," tegasnya.
(fat/fat)










































