Proses evakuasi berlangsung lama. Selain sempitnya diameter sumur, petugas penyelamat juga membutuhkan tabung oksigen untuk masuk ke dasar sumur mengevakuasi keempat mayat.
Peristiwa tersebut bermula saat Faturrahman yang sehari-hari membakar batu bata melihat bajunya jatuh ke dalam sumur. Saat itu, laki-laki berusia 20 tahun berniat mengambilnya. Namun hingga lama faturrahman tak kunjung muncul di permukaan.
"Warga yang mengetahui dia ada di dalam berniat menolongnya dengan masuk ke dalam sumur tanpa mengetahui jika di dalam minim oksigen," kata Rahman, warga sekitar kepada detikcom, Senin (25/8/2014).
Waris (27) dan Dira (30) pun masuk ke sumur tanpa menggunakan alat bantu pernafasan ataupun kipas angin yang biasa digunakan warga untuk mengatur sirkulasi oksigen di dalam.
"Keduanya pun kehabisan oksigen di dalam dan tewas," tambahnya.
Namun karena keempatnya tak kunjung muncul di permukaan, seorang warga bernama David (26), juga turut menyelamatkan mereka. Beruntung David bisa diselematkan meski tak sadarkan diri. Korban langsung dibawa ke RS Kalisat, Jember untuk menjalani pengobatan. Dan keempat mayat berhasil dievakuasi.
Keluarga yang mengetahui salah satu keluarganya sudah berada di kantong mayat langsung histeris. Keluarga tidak menduga jika empat orang yang hidup bertetangga tersebut akan mati di dalam sumur.
"Semua itu karena mau mengambil baju yang jatuh ke dalam sumur. Satu per satu lemas karena kurang oksigen dan akhirnya tewas. Namun satu diantaranya bisa diselamatkan dalam keadaan pingsan," tutur AKP Sunarto, Kasat Reskrim Polres Jember saat ditemui di lokasi kejadian.
(fat/fat)










































