"Kami menuntut anggota dewan yang hari ini dilantik untuk bekerja maksimal," teriak Septyan Dwi Cahyo, Ketua PMII Pacitan melalui megaphone disambut yel-yel massa yang lain.
Massa mulai bergerak dari Sekretariat PMII, Jl Veteran sekitar pukul 09.30 WIB. Dengan pengawalan ketat aparat kepolisian mereka bergerak menuju ruas depan Pendopo Kabupaten di Jl JA Suprapto. Sebelum berhenti di tempat tersebut, massa yang melengkapi diri dengan bendera dan poster mengadakan longmarch mengelilingi alun-alun sambil terus berorasi.
Setibanya di pintu barat kompleks pendopo, massa berhenti. Mereka sempat meminta aparat mengizinkan mereka masuk ke lokasi pelantikan. Lantaran keinginannya tak dikabulkan, mereka pun sempat terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian/TNI maupun Satpol PP. Gagal membuka pagar besi, mereka lantas mundur dan membakar ban.
"Kami hanya ingin bertemu para anggota dewan itu pak. Kami tidak ada urusan dengan anda," ujar demonstran disambut pagar betis aparat berseragam.
Tak berhasil merangsek melalui pintu barat, para mahasiswa lalu bergeser ke pintu timur. Mereka berharap dapat menuju tempat pelantikan dengan mudah melalui jalur tersebut. Apalagi ruas tersebut tidak dipasang pagar besi lantaran kompleks sekretariat daerah sedang direnovasi.
Namun lagi-lagi, upaya mereka tak berjalan mulus. Puluhan aparat berseragam lengkap langsung bergeser menutup jalan alternatif itu. Tak ayal aksi saling dorong pun kembali terulang. Kali ini seorang mahasiswi sempat terjatuh. Tak lama berselang, massa mundur. Mereka lantas pindah tempat memblokir ruas perempatan Jl JA Suprapto-Jl Imam Bonjol.
Meski sempat diwarnai unjuk rasa, namun seluruh prosesi pelantikan anggota DPRD Pacitan periode 2014-2019 berjalan lancar. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Pacitan dan berakhir pukul 10.55 WIB.
(fat/fat)











































