Warga yang menemukan mayat bayi itu langsung melaporkan ke Polsek setempat. Kapolsek Kabat, AKP Mohammad Imron membenarkan terkait penemuan mayat bayi itu.
Ia menuturkan jika mayat bayi yang ditemukan mengambang di aliran sungai Benelan, Kamis (21/8/2014) kemarin itu berjenis kelamin laki-laki. Saat diperiksa, kondisi mayat bayi itu cukup mengenaskan. Beberapa bagian tubuhnya juga tak lagi utuh.
"Kondisi mayat bayi tanpa kepala lalu tangan serta kakinya juga nyaris putus," ungkap Kapolsek Kabat pada detikcom, Jumat (22/8/2014).
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, pihak polsek setempat mengevakuasi ke RSUD Blambangan untuk mencari tahu penyebab kematian mayat bayi malang tersebut.
Dari data pemeriksaan awal, bayi tanpa kepala ini miliki tinggi 38 cm. Dan jika kondisi utuh, diperkirakan tingginya mencapai 45 cm. Kondisi fisik bayi yang seperti ini dianggap bayi yang sudah cukup umur untuk dilahirkan. Meski begitu, tim identifikasi masih terus berupaya menyikap motif dibalik penemuan mayat bayi tersebut.
"Dugaan mengapa bayi ini dibuang masih dalam penyelidikan," pungkas Kapolsek.
(bdh/bdh)










































