Tentu saja bukan koruptor sebenarnya yang menjadi target lomba memanah ini. Panitia lomba sengaja memasang wajah-wajah para koruptor di papan target.
Lomba ini diadakan di atas lumpur, di Dusun Satak, Kelurahan Kersikan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Minggu (17/8/2014). Suasananya sangat meriah. Warga sangat antusias menonton dan memberikan semangat kepada peserta lomba.
Lomba yang digelar pukul 15.30 WIB ini diikuti puluhan peserta. Sebelum lomba dimulai, warga menggelar upacara bendera di atas lumpur sawah. Meski digelar di atas lumpur, upacara tetap khidmat.
Dalam lomba tersebut, warga memasang foto wajah Anas Urbaningrum, Akil Mochtar, dan M Nazarudin di papan target. Lomba tersebut sengaja digelar sebagai wujud kemarahan pada para koruptor.
"Kami jengkel dan geram dengan para koruptor. Mereka bukan mensejahterakan rakyat, tapi justru memperkaya diri sendiri," kata Muslim, tokoh warga setempat.
Secara bergantian, peserta lomba memanah sasaran. Meski tak ada satupun diantara mereka yang ahli memanah, mereka sangat bersemangat 'menghukum' koruptor. Wajah-wajah yang dipasang ditarget pun tertembus dengan anak panah.
"Kami lega. Biasanya kami hanya bisa mengumpat dalam hati," ungka Mustopa, salah seorang peserta.
Terkait tujuan upacara di atas lumpur, Muslim menyebut hal itu menunjukkan keprihatinan atas berbagai masalah bangsa yang tidak kunjung selesai. Seperti banjir dan kekeringan, kemiskinan dan masalah lain yang menunjukkan masyarakat jauh dari sejahtera.
(gik/try)











































