Ketika Bupati Banyuwangi Ingin Anak Penyu juga Hidup Merdeka

Ketika Bupati Banyuwangi Ingin Anak Penyu juga Hidup Merdeka

- detikNews
Minggu, 17 Agu 2014 15:21 WIB
Ketika Bupati Banyuwangi Ingin Anak Penyu juga Hidup Merdeka
Pelepasan anakan penyu di Pantai Boom/Putri Akmal
Banyuwangi - Beragam cara dilakukan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-69, Minggu (17/8/2014). Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas punya cara yang unik.

Seusai menjadi inspektur upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan, Bupati Anas melepas tukik (anak penyu) di Pantai Boom. Tidak sendiri, bupati yang mengantongi segudang penghargaan ini didampingi jajaran forum pimpinan daerah.

Masih dengan berpakaian resmi, Bupati Anas turun ke pasir pantai tempat pelepasan tukik. Bupati Anas dan para pejabat di Kabupaten Banyuwangi ini lalu mengambil satu per satu tukik yang ditaruh dalam mangkok-mangkok kecil yang membentuk formasi RI 69.

Dengan komando Kuswaya, penasehat Banyuwangi Sea Turtle Foundation, 69 Ekor anakan kecil nan lucu itu pun dilepas liarkan ke laut berbarengan. Tukik-tukik itu pun segera berlari menuju memecah terjangan ombak.

Menurut Bupati Anas, pelepasan tukik ini sebagai simbol kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah lepas dari penjajahan. Selain itu, kata dia, pelepasan tukik juga simbol perjuangan generasi penerus di era kemerdekaan yang harus semangat membangun bangsa dan daerah demi kemajuan bersama.

"Para tukik ini kan harus berjuang dan bertahan hidup di laut. Mereka juga ingin hidup merdeka," kata Bupati Anas.

Melalui momen ini juga, lanjut Bupati Anas, pemerintah daerah ingin mendorong kepedulian masyarakat untuk melestarikan habitat penyu dengan tidak memperjualbelikan telur-telur penyu.

Karena apabila telur-telur yang ditetaskan di pantai ini bisa hidup selamat sampai dewasa, kelak akan kembali ke pantai ini untuk bertelur.

"Momen ini dapat menjadi warisan pengetahuan yang berharga bagi anak cucu kita kelak," kata Bupati Anas.

Anas menambahkan, puluhan tukik abu-abu atau tukik lekang yang dilepas liarkan tersebut merupakan hasil penetasan telur dari penyu yang mendarat di Pantai Boom.

Banyuwangi sendiri, kata Bupati Anas, merupakan daerah yang menjadi tempat pendaratan penyu untuk bertelur. Sebanyak empat dari delapan spesies penyu yang ada di dunia, mendarat dan bertelur di Banyuwangi. Keempatnya adalah penyu belimbing, penyu hijau, penyu abu-abu (lekang), dan penyu sisik.

Tempat pendaratan penyu yang ada di Banyuwangi selain Pantai Boom adalah Pantai Sukamade dan Pantai Ngagelan. "Mari kita rawat dan jaga kebersihan pantai, karena penyu hanya mau mendarat dan bertelur di daerah yang bebas polusi," pungkas Bupati Anas.

(gik/gik)
Berita Terkait