Rayakan Agustusan, Upacara di Gunung hingga Masjid Kompak Tabuh Bedug

Rayakan Agustusan, Upacara di Gunung hingga Masjid Kompak Tabuh Bedug

- detikNews
Minggu, 17 Agu 2014 14:27 WIB
Rayakan Agustusan, Upacara di Gunung hingga Masjid Kompak Tabuh Bedug
Ilustrasi/detiktravel
Lumajang - Upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-69 di Kabupaten Lumajang tak hanya digelar di alun-alun setempat, Minggu (17/8/2014). Namun, di lereng dua gunung juga dilaksanakan peringatan perayaan detik-detik proklamasi kemerdekaan.

Selain itu, hampir seluruh masjid di Lumajang serempak memukul bedug pada saat detik-detik proklamasi berlangsung. Seiring dengan sirine dinyalakan tepat pukul 10.00 Wib, seluruh aktivitas masyarakat terutama yang berada di jalan raya dihentikan sejenak.

Kabag Humas Pemkab Lumajang Eddy Hozainy mengatakan bahwa, pemukulan beduk oleh takmir masjid ini telah disampaikan melalui imbauan sejak sebelumnya.

Hal ini sebagai penanda bahwa detik-detik proklamasi sebagai wujud perjuangan kemerdekaan juga mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat, khususnya dari umat muslim melalui tempat ibadah tersebut.

"Ini sebagai wujud mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan. Yang menjadi penting saat ini adalah, jangan sampai warga negara terpecah-pecah karena konflik, perbedaan dan lainnya," katanya.

Warga Prestasi

Eddy Hozainy juga menambahkan, dalam peringatan kemerdekaan kali ini, ada dua warga Lumajang yang mendapatkan undangan khusus untuk mengikuti upacara di Istana Negara Jakarta dan Gedung Grahadi Jawa Timur di Surabaya.

Kedua warga yang merupakan pegiat lingkungan ini, diantaranya adalah pengurus UPKU Sumber Makmur yang aktif menjadi pelaksana program Gardu Taskin yang mendapatkan undangan dari Gubernur Jatim di Grahadi.

Satu lainnya adalah Kepala Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro yang mengikuti upacara di Istana Negara Jakarta. Ia juga akan mendapatkan penghargaan selaku penggerak dan motivator Wana Lestari dengan kategori Desa Peduli Hutan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

"Tentunya undangan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemkab Lumajang karena dua warga yang memiliki kontribusi terhadap lingkungan memperoleh apresiasi dari Gubernur Jatim dan Presiden RI," kata Eddy Hozainy.

Agustusan di Gunung

Selain di alun-alun, peringatan kemerdekaan juga digelar warga Suku Tengger di belahan paling barat wilayah Kabupaten Lumajang.

Suku Tengger lereng Gunung Semeru di Desa Argosari, Kecamatan Senduro bersama sejumlah wisatawan upacara bendera di Puncak B-29 yang berada di ketinggian 2.200 meter diatas permukaan laut (mdpl) tersebut.

Di lereng Gunung Lemongan yang berada di wilayah Kecamatan Klakah juga digelar upacara. Peserta upacara juga diikuti dari 300 orang komunitas pecinta alam dan pegiat konservasi lingkungan.

"Hanya saja, untuk upacara di puncak Gunung Semeru, pendaki tidak diizinkan karena aktivitas vulkaniknya perlu diwaspadai. Namun, untuk di Gunung Lemongan, karena statusnya aktif diam, maka upacara selain diselenggarakan di lereng, juga digelar di puncaknya," terang Eddy Hozainy.

(gik/gik)
Berita Terkait