Dari informasi yang dihimpun detikcom, Sabtu (16/8/2014), kapal ber gross tonage 60 ton itu sedang dalam perbaikan dengan cara dilas. Diduga ada percikan api las yang menyambar benda yang mudah terbakar.
Kebetulan saat itu angin bertiup sangat kencang sehingga api dengan cepat menyambar bagian kapal yang lain yang terbuat dari kayu dan fibre glass.
"Ada empat tukang las yang bekerja," ujar Fahrudin, salah satu warga Mayangan.
Warga sudah berusaha memadamkan api, namun tiupan angin yang kencang dengan cepat meludeskan kapal milih SUnarko tersebut. Tiga unit mobil PMK yan dikerahkan pun tak mampu menyelamatkan kapal pencari ikan tersebut.
Selain kapal, dua unit mesin kapal berukuran besarpun tak mampu diselamatkan. Kapal lain yang juga bersandar di dekatnya pun dengan segera dipindahkan agar tak turut tersambar api.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian diperkirakan lebih dari Rp 1 miliar.
(iwd/iwd)










































