Selain meminta pembebasan, dalam aksinya, massa juga mendesak DPRD Surabaya agar tidak menyetujui anggaran alih fungsi lokalisasi yang diajukan Pemkot Surabaya.
"Sungkono Ari Saputro alias Pokemon bukan pelaku kriminal, dia hanya melakukan pendampingan terhadap masyarakat," kata juru bicara Forum Penyelamat Demokrasi, Anissa pada detikcom di sela-sela aksi di depan DPRD Surabaya, Kamis (14/8/2014).
Menurut Anissa, pendampingan yang dilakukan Pokemon dikarenakan masih ada persoalan antara pemerintah dengan masyarakat yang belum tersampaikan.
"Apakah mendampingi salah," tanya dia.
Selain itu, Anissa juga mendesak DPRD Surabaya agar tidak dulu menyetujui anggaran yang diajukan Pemkot Surabaya untuk alih fungsi lokalisasi.
"Jangan disetujui dulu karena sampai saat ini masih menyisahkan persoalan sosial," imbuh Anissa.
Akibat aksi ini, kawasan Yos Sudarso padat karena ratusan massa menggunakan sebagian lajur yang membuat jalan menjadi sempit. 10 orang perwakilan massa sedang melakukan pertemuan dengan anggota dewan menyampaikan beberapa tuntutan.
Untuk mengantisipasi, ratusan polisi disiagakan. Tak hanya itu, polisi juga menyiapkan satu unit mobil water canon dan satu unit mobil kawat berduri.
(iwd/iwd)










































