Suwarti, ibu kandung terduga Sukardi, sampai saat ini tidak tahu keberadaan anaknya pascapenangkapan kemarin. "Saya nggak tahu anak saya dibawa ke mana. Padahal mau saya kirimi nasi," ujar Sukarti kepada detikcom, Sabtu (9/8/2014) pagi.
Menurut Sukarti, Sukardi merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Keseharian Sukardi hanyalah berjualan cilok keliling di kampung-kampung. Sang ibu mengaku tidak tahu saat anggota Densus 88 datang ke rumahnya dan menangkap anaknya.
Sukarti baru mengetahui anaknya diciduk Densus 88 ketika salah seorang cucunya pulang dari salat Jumat sambil menangis. "Saya waktu itu pas di rumah, tapi saya nggak tahu anak saya diculik. Tahunya pas cucu saya menangis," tambah Sukarti.
Tim Densus 88 anti teror menyergap Sukardi dan Guntur, Jumat (8/8/2014). Kedua warga Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Ngawi tersebut diduga anggota jaringan teroris kelompok Santoso Poso. Keduanya diduga juga sebagai penyumbang dana untuk Mujahidin wilayah Indonesia Timur.
(bdh/bdh)











































