Menurut Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan Widiyanto antisipasi yang dilakukan dengan mencocokkan data orang yang terjaring razia dengan data para PSK dan mucikari yang dimilikinya.
"Setelah kita kroscek dengan data wanita harapan dan mucikari Dolly dan Jarak ternyata di dalamnya tidak ada yang PSK," kata Irvan pada kedetikcom, Kamis (7/8/2014).
Dalam razia yustisi, kata mantan Camat Gubeng, pihaknya memilih Kecamatan Sawahan. Kawasan ini dipilih untuk mencegah masuknya para PSK dan mucikari yang tetap nekat 'berjualan'.
"Kita juga antisipasi kembalinya mereka (PSK dan mucikari) setelah deklarasi alih fungsi lokalisasi," ujarnya.
Sebelumnya, 41 orang terjaring razia yustisi oleh petugas Satpol PP dan Linmas Kota Surabaya. Puluhan orang ini terjaring razia berasal dari dua Kecamatan yakni, Sawahan dan Dukuh Pakis.
Dari jumlah itu, 25 orang dimejahijaukan dengan pasal tipiring karena tidak mampu menunjukkan identitas penduduk musiman serta surat keterangan kerja di Kota Surabaya.
(ze/fat)










































