Konon tradisi yang digelar sejak dulu kala dilakukan tiap tahun oleh keluarga kusir untuk merayakan lebaran. Sebab saat hari lebaran, mereka sibuk melayani jasa angkutan warga.
Puluhan dokar dihias semenarik mungkin, dengan warna dominan kuning keemasan dan ornamen janur kuning mengelilingi atap dokar.
"Tradisi puter kayun memang sangat ditunggu-tunggu keluarga kusir, perayaan digelar dihari sepuluh lebaran atau tanggal 10 bulan Syawal. Tradisi ini kemudian diikuti oleh masyarakat Banyuwangi," ujar Samsul Hadi, salah satu tokoh masyarakat Boyolangu, kepada detikcom, Rabu (6/8/2014).
Setelah berkeliling kota, iring-iringan dokar ini menuju pantai Watu Dodol Kecamatan Kalipuro. Satu per satu mereka turun dari dokar menuju pantai. Sambil menyiapkan hidangan kupat sayur, mereka menikmati bekal yang dibawa dari rumah sambil melihat pemandangan pantai.
Sementara itu, Yani (44) salah satu keluarga kusir mengaku sangat menunggu perayaan ini. Menurutnya, selain menjadi ajang rekreasi keluarga, tradisi ini juga menjadi wadah reuni warga kelurahan Boyolangu.
"Setiap tahun saya selalu ikut perayaan puter kayun. Ini menjadi tempat silaturahmi keluarga besar warga Boyolangu," kata Yani sambil menikmati makanan yang dibawa dari rumah.
Tak hanya warga keluarahan setempat, tradisi ini juga menarik perhatian ribuan pengunjung, termasuk turis mancanegara.
Untuk perayaan tradisi puter kayun tahun ini, beberapa turis manca negara juga tampak menikmati sensasi berdokar ria sepanjang jalan hingga Pantai Watudodol.
(fat/fat)











































