Sedikitnya ada 150 pucuk senpi yang ditarik untuk dicek kondisi kelayakan fisik. Selain itu hal ini juga sebagai bentuk evaluasi memperketat penggunaan senpi yang disesuaikan dengan kemampuan dan mental sang pemegang pistol.
"Ya ditarik serentak karena kartu kepemilikan senpi di wilayah Polres Banyuwangi sudah habis per juli 2014. Sekarang sedang dilakukan pemeriksaan ulang baik mental dan kemampuan apakah anggota masih layak sebagai pemegang senpi. Senpi juga dicek apakah kondisinya masih layak," ungkap Kapolres Banyuwangi, AKBP Tri Bisono Sumiharso, Rabu (6/8/2014).
Untuk memperketat kepemilikan senpi, sambung Kapolres, pihaknya telah menggelar ujian psikotest pada 4 agustus lalu. Selain itu masih ada beberapa ujian kemampuan menembak yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Mantan Kapolres Jombang ini menambahkan, jika seluruh test dilewati dan dinyatakan lulus maka dalam hitungan dua minggu kedepan senpi akan dikembalikan kembali pada si empunya.
"Senpi akan dikembalikan dan difungsikan kembali ke masing-masing kesatuan jika personel kepolisian pemegang senpi lulus uji test. Paling lambat 2 minggu kedepan sudah selesai hasilnya," imbuhnya.
Meski semua senpi dikandangkan, pihak Kepolisian Resor Banyuwangi tetap memberikan rekomendasi khusus pada beberapa anggotanya untuk tetap membawa senpi. Hal itu dilakukan agar stabilitas penjagaan keamanan sebagai fungsi Babinkamtibnas tetap berjalan.
"Tapi saat ini kami masih mempertimbangkan bagi personel tertentu yang direkomendasikan oleh pimpinan kesatuan untuk tetap membawa senpi," pungkasnya.
(fat/fat)











































