"Gimana lagi, ya harus dijaga biar perahunya dapat diselamatkan bila diterjang angin lagi," kata Pariono, salah satu nelayan Cumpat kepada detikcom, Rabu (6/8/2014).
Pria warga Cumpat VI ini mengatakan, penjagaan perahu dibagi diantara para nelayan. Penjagaan dibagi menjadi tiga shift. Pariono mengatakan, perahu nelayan sendiri tetap dibiarkan tertambat di pinggir pantai.
Perahu sebenarnya bisa dinaikkan ke daratan, tetapi hal tersebut berisiko karena daratan tersebut bakal menjadi laut bila air pasang datang. Bila sudah begitu, ada kemungkinan perahu bakal menabrak karang di dekatnya.
"Untuk amannya tetap ditambatkan di pinggir pantai. Tetapi kayu penambatnya dibikin lebih dalam dan talinya lebih dirapatkan," ujar pria asli Surabaya itu.
(iwd/iwd)










































