"Kebanyakan sih kehilangan tatapan (papan) yang digunakan untuk alas perahu," kata Mukhlis, salah satu nelayan Cumpat kepada detikcom di lokasi, Selasa (5/8/2014).
Mukhlis mengatakan, semua perahu nelayan sudah pasti kemasukan air karena sebagian besar terbalik dan terseret ke tengah laut. Selain kehilangan tatapan, banyak nelayan yang juga mengalami patah pada tiang layarnya. Dan sebagian lain mengalami bocor alias berlubang pada dinding kapal.
"Kapal saya harus saya dempul karena dindingnya bolong," ujar Mukhlis.
Meski terbalik, namun para nelayan tidak sampai kehilangan mesin atau alat yang digunakan untuk menjala ikan dan menyelam. Mesin tidak ikut tenggelam karena tertancap. Smenetara alat menjala dan menyelam tidak diletakkan di atas kapal.
"Yang lebih parah yang dinding kapalnya hancur terhantam dasar laut. Itu sudah susah diperbaiki," lanjut Mukhlis.
Bagi yang punya biaya, kerusakan baik ringan maupun sedang bisa langsung dilakukan. Bagi yang tidak ada biaya, mereka hanya menambatkan perahunya begitu saja di pinggir pantai.
Dari pengamatan detikcom, sebagian nelayan langsung melakukan perbaikan. Mereka melakukan pembersihan dan pengecatan ulang perahunya. "Yang mengecat itu adalah nelayan yang akan ikut lomba perahu di Pantai Kenjeran Agustus besok," tandas Mukhlis.
(iwd/fat)










































